Beritahati.com, Tangerang - Pengembangan dan pembinaan koperasi dan UMKM di Indonesia kini kian menjadi perhatian pemerintah. Kedua sektor tersebut merupakan tulang punggung perekonomian nasional dan potensial untuk berkembang pesat dimasa yang akan datang.


Presiden Joko Widodo menuturkan, saat ini dunia telah masuk dalam revolusi industri 4.0 yang kecepatannya lebih tinggi bila dibandingkan dengan revolusi industri pertama.


“Saat ini kita sudah kenal Artificial Intellegence (AI), Internet Things (IT). Perubahan ini yang kita harus sadari bersama, hal ini juga yang harus disiapkan oleh pelaku koperasi, maupun UMKM,” ujar Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam sambutannya di acara Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-71, di Tangerang, Banten, Kamis (12/7/2018).


Senada dengan Presiden Jokowi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menegaskan, koperasi harus berkembang menjadi korporasi.


“Koperasi hari ini, harus berkembang menjadi korporasi, agar dapat bersaing secara global,” tegas Darmin.


Sejumlah koperasi yang berhasil bertransformasi hingga menjadi badan usaha berdaya saing tinggi, antara lain Kospin Jasa, sebagai koperasi pertama yang berhasil menjadi penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) serta mencatatkan anak usahanya, PT JMA Syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Selain itu, Kisel juga menjadi contoh koperasi modern, dengan membuka 11 kantor wilayah dan 42 kantor cabang. Kisel membukukan omzet Rp6,4 triliun tahun 2017 dan membagikan SHU Rp63,7 miliar.

Ada juga KWSG atau Koperasi Warga Semen Gresik, salah satu koperasi yang berkembang menjadi lembaga multibisnis. KWSG mendirikan Pabrik Fiber Cement "Gress Board" yang telah mencatatkan pendapatan Rp2,5 triliun tahun 2017.


Turut hadir dalam acara ini antara lain: Menteri Koperasi dan UMKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Gubernur Banten Wahidin Halim, Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia Nurdin Halid, serta para pelaku perbankan, koperasi, dan UMKM.