Beritahati.com, Bantul - Bhayangkara FC harus mengakui keunggulan Persija Jakarta yang menang tipis 1-0 dalam laga pekan ke 18 Liga 1 2018 yang berlangsung di Stadiun Sultan Agung Bantul, Yogyakarta, Jumat malam (27/7/2018).


Arsitek Bhayangkara FC, Simon Macmenemy mengatakan, pertandingan melawan Persija Jakarta menjadi pertandingan yang ketat, sengit dan hasilnya cukup mengecewakan. Namun, di lain hari, dengan permainan yang sama bisa meraih satu poin atau tiga poin.


"Kita tadi kebobolan pun merupakan sesuatu yang aneh, karena bola dari tengah dan tidak ada yang menyentuh. Ada yang berpikir untuk heading, namun justru tidak ada dan bola melewati kiper. Ini gol yang aneh juga," katanya.


Paska kebobolan satu gol, kata Simon, anak asuhnya terus melakukan tekanan terutama pada babak kedua. Namun, ada suatu penyelamatan dari Persija yang merupakan penyelamatan kelas dunia yang tidak perlu lagi posting di media sosial.


"Pemain kita sudah mau merayakan gol, namun, penyelamatan yang sangat bagus menggagalkan gol dan pemain Persija lainnya juga bermain cukup bagus," ucapnya.


Pelatih asal Inggris ini juga mengatakan, anak asuhnya dalam laga tandang mempunyai harapan yang berlebihan, dimana setiap pertandingan tandang akan selalu menang.


"Tidak ada tim yang dalam pertandingan tandang selalu menang dan jika tidak ada penyelamatan kelas dunia dari kiper Persija bisa saja hasilnya imbang. Penyalamatan bagus dan tiga poin diperoleh Persija," katanya.


Simon juga mengaku kecewa dengan kepemimpinan wasit yang cenderung membela Bhayangkara FC seperti pelanggaran seperti yang dilakukan Jajang kepada Simic yang harusnya berbuah kartu kuning. Demikian pula, jika pemain Persija membuat pelanggaran tidak mendapatkan kartu sehingga membuat pertandingan berjalan lebih keras.


"Saya menyesalkan, tidak ada tindakan tegas dari wasit, baik untuk pemain Bhayangkara maupun Persija, sehingga permainan bertambah keras," tuturnya.


Shahar Ginanjar, kiper Bhayangkara FC, mengaku sangat kecewa dengan hasil laga. Seharusnya, kata Shahar, timnya bisa mencuri poin, namun gagal dilakukan.


"Semoga pada pertandingan selanjutnya kita bisa meraih poin," kata mantan kiper Persiba Bantul ini.


Shahar juga mengaku gol yang terjadi murni kesalahannya karena terlambat mengantisipasi bola.


"Itu gol karena kesalahan saya,"ujarnya. (Hiro/EG)