Beritahati.com, Jakarta - Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo, menegaskan, pengembangan home industry merupakan salah satu prioritas perjuangannya di DPR RI. Dirinya selalu berusaha membawa DPR bisa memastikan arah kebijakan pembangunan ekonomi nasional menyentuh sampai lapisan bawah masyarakat.


"Tak hanya berkontribusi terhadap penurunan kemiskinan dan pengangguran semata, home industry juga punya peranan yang tak kalah penting dalam pemberdayaan masyarakat. Melalui pemberdayaan masyarakat, perekonomian tak hanya sekedar tumbuh namun juga akan merata," ujar Bamsoet saat mengunjungi sentra home industri pembuatan sapu dan suvenir khas Purbalingga di Desa Kajongan, Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Rabu (01/08/18). Berbagai jenis sapu asal Purbalingga ini telah diekspor ke sejumlah negara, seperti Jepang, Hongkong serta Thailand.


Politisi Partai Golkar ini menuturkan, DPR berkomitmen mendukung kebijakan pemerintahan Presiden Jokowi dalam meningkatkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKN) di Indonesia. Karenanya, bukan hanya pengusaha-pengusaha kelas besar yg perlu dibantu, tetapi juga masyarakat yang bergerak di home industry.



"Kita ingin pemerataan ekonomi menyentuh seluruh lapisan masyarakt. Sehingga, bukan menjadikan yg kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin. Melainkan, kita ingin yang kaya bisa membantu yg miskin, dan yang miskin bisa menjadi kaya," papar Bamsoet.


Mantan Ketua Komisi III DPR RI ini yakin, kuatnya kondisi perekonomian rakyat yg digerakkan oleh home industry secara simultan akan menunjukkan kekuatan ekonomi nasional. DPR akan terus mendorong pemerintahan Presiden Jokowi agar menunjukkan komitmen dan keberpihakannya dalam memajukan ekonomi rakyat, Salah satunya dengan menyediakan Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga yang sangat minim.


"Berdasarkan informasi yg ada, sampai dengan Juni 2018, Bank BRI sebagai salah satu bank yang menyediakan pendanaan KUR sudah menyalurkan sekitar Rp 44,4 triliun kepada lebih dari 2,2 juta debitur. Target tahun ini diharapkan Bank BRI dapat menyalurkan dana KUR mencapai Rp 79,7 triliun. Saya harap, masyarakat bisa memaksimalkan peluang ini dengan baik," papar Bamsoet.


Ketua Badan Bela Negara FKPPI ini berharap, dengan akses permodalan yang mudah dan terjangkau, masyarakat dapat berkreasi menciptakan inovasi baru dalam memproduksi barang dan jasa. Semakin banyak keterlibatan masyarakat dalam dunia usaha, akan semakin menguatkan perekonomian nasional.


"Kekuatan ekonomi kita sesungguhnya tidak hanya berada di tangan korporasi besar. Tapi juga terletak di tangan masyarakat yang menggerakkan home industry. Korporasi besar bisa tumbang karena gejolak ekonomi dunia, namun home industry tidak akan pernah tumbang karena punya pondasi yang sangat kuat berupa semangat pemberdayaan masyarakat," pungkas Bamsoet. (Yurike/EG)