Beritahati.com, Makassar - Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan (Sulsel) Triwulan ll tahun 2018, Bank Indonesia mencatat sebesar 7,38% (yoy). Besaran ini relatif sama dengan triwulan sebelumnya. Dengan pertumbuhan tersebut, Sulsel berada pada peringkat ke-4 nasional dari sisi pertumbuhan ekonomi.


Ada 3 (tiga) faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Sulsel, dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan didorong oleh sektor pertanian, perdagangan besar dan eceran, serta pesatnya administrasi pemerintahan.


Amanlison Sembiring, Kepala Grup Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan menjelaskan, ada beberapa daerah di Sulsel melakukan panen raya.


"Kabupaten Bone, Sopeng, Wajo, dan Luwu meski sudah memasuki musim kemarau (masih panen), sedang tiga bulan terakhir daya beli masyarakat juga meningkat karena banyaknya hari libur dan hari besar keagamaan nasional (HBKN)", Jelas Amalnison saat di Kantor Bank Indonesia, Jalan Jenderal Sudirman, kemarin, Rabu (8/8/2018).


Dari sisi pengeluaran, faktor yang mempengaruhi pertumbuhan adalah peningkatan impor dan pembangunan infrastruktur. Komsumsi rumah tangga tumbuh 5,66% (yoy), Impor mencapai 4,52%(yoy), sedangkan Investasi ada di angka 6,32%(yoy).


Dengan pertumbuhan ekonomi seperti itu, BI memperkirakan jika pada triwulan lll nanti, perekonomian Sulsel tumbuh pada kisaran 7,1-7,5%. Terutama pada faktor sisi pengeluaran yang di pengaruhi konsumsi rumah tangga.


Ia menambahkan, untuk sisi lapangan usaha, membaik terutama pada pertambangan, seiring meningkatnya produksi pasca libur panjang.


"Dengan perkembangan tersebut kami tetap optimis pertumbuhan ekonomi keseluruhan tahun 2018 masih berada dalam kisaran 7,0-7,4%(yoy)", tutupnya.