Beritahati.com, Jakarta - Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, ia yakin masih banyak orang yang belum menyadari pentingnya peta kelautan bagi Indonesia.


"Banyak yang belum mengerti bagaimana pentingnya laut itu sebagai masa depan kita. Selama ini kita belum memiliki data yang lengkap mengenai pemetaan laut, contoh kejadian Raja Ampat kemarin, mereka menyalahkan kita, tapi sekarang dengan diluncurkan, kita telah memiliki data yang lengkap, Data itu menjadi power atau kekuatan penting," ujar Menko Luhut pada sambutannya dalam peluncuran rujukan nasional data kewilayahan Indonesia di Gedung Arsip Nasional, Jakarta, Jumat (10/8/2018).


Menko Luhut mengatakan, banyak potensi laut yang bisa dimanfaatkan dengan bantuan data yang akurat dan dapat dipertanggung jawabkan.


"Saya mendorong pemetaan yang detil mengenai pulau, bekerjasma dengan ATR (Kementerian Agraria dan Tata Ruang) untuk memetakan pulau-pulau terluar kita. Yang perlu dilakukan juga adalah memetakan kekayaan kita. Karena melalui beberapa diskusi dengan para ahli, terungkap bahwa laut kita masih banyak menyimpan berbagai potensi sumber daya alam. Ada negara eropa yang mengajak kita kerjasama untuk mengelola sea bed mining, ada perusahaan Jepang yang ingin bekerjasama untuk drilling di Natuna, tapi mereka minta jaminan keamanan. Saya katakan ke mereka ini ZEE kita dan kita juga harus memperkuat aparat penegak hukum kita di laut," ujarnya.


Pada bagian lain, Menko Luhut mengatakan juga tentang pentingnya bagi Indonesia untuk memiliki data yang valid agar bisa dipertanggungjawabkan.


"Ekonomi kita sangat bagus, pertumbuhan ekonomi ada di 5,72 persen, inflasi kita juga tidak terlalu tinggi. GDP Indonesia 1,2 triliun USD, dari semua data itu, menunjukkan indikasi bahwa perekonomian kita bagus, tingkat kemiskinan juga menurun pertama kali sepanjang sejarah, di bawah 10 persen. Jadi kalau ada yang bilang orang miskin kita lebih dari 100 juta, itu mimpi. Karenanya saat ini data itu sangat penting," jelasnya.