Beritahati.com, Jakarta - Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, ia yakin masih banyak orang yang belum menyadari pentingnya peta kelautan bagi Indonesia. Menko Luhut juga mengatakan, banyak potensi laut yang bisa dimanfaatkan dengan bantuan data yang akurat dan dapat dipertanggung jawabkan.


Hal itu diungkapkannya dalam peluncuran rujukan nasional data kewilayahan Indonesia di Gedung Arsip Nasional, Jakarta, Jumat (10/8/2018).


Melanjutkan, setelah menyelesaikan pidato, Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan merilis Angka rujukan yang dikerjakan sejak tahun 2015 oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Pusat Hidrografi dan Oseanografi (Pushidros) TNI AL melalui sebuah kajian teknis menggunakan best available data dan dengan metode teknis mutakhir, demi sebuah data rujukan nasional yang dapat dipertanggungjawabkan.



Sebelumnya, belum pernah ada angka kewilayahan yang bisa digunakan sebagai rujukan resmi untuk digunakan secara nasional.


Rujukan Nasional Data Kewilayahan Republik Indonesia yaitu ;


1. Luas perairan pedalaman dan perairan kepulauan Indonesia adalah 3.110.000 km2;
2. Luas laut teritorial Indonesia adalah 290.000 km2;
3. Luas zona tambahan Indonesia adalah 270.000 km2;
4. Luas zona ekonomi eksklusif Indonesia adalah 3.000.000 km2;
5. Luas landas kontinen Indonesia adalah 2.800.000 km2;
6. Luas total perairan Indonesia adalah 6.400.000 km2;
7. Luas NKRI (darat + perairan) adalah 8.300.000 km2;
8. Panjang garis pantai Indonesia adalah 108.000 km;
9. Jumlah pulau di Indonesia kurang lebih 17.504, dan yang sudah dibakukan dan disubmisi ke PBB adalah sejumlah 16.056 pulau


Menko Luhut mengingatkan arti penting keberadaan seperti Badan Informasi Geospasial dan Pushidros TNI AL, karena luasnya wilayah negara ini dengan ribuan pulaunya. Dirinya lantas menyatakan setuju bila ada wacana untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan di bidang ini menjadi setingkat kementerian agar mempermudah tugas pokok dan fungsinya untuk menyediakan data-data yang akurat dan dapat dipertanggung jawabkan di bidang informasi geospasial kelautan.


"Kita ini negara besar, makanya harus diimbangi dengan kemampuan tadi yaitu mengenai data kita, jadi kalau tanpa data bagaimana kita mau bicara mengenai kehebatan bangsa kita," tandas Menko Luhut.