Beritahati.com, Jakarta - Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini melakukan penggeledahan di Kantor Badan Pengusaha Kawasan Sabang (BKPS) Provinsi Aceh. Penggeledahan juga dilakukan di sejumlah tempat lainnya untuk mendalami dan menelusuri kasus suap yang menjerat Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf.


Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah, saat dikonfirmasi wartawan menjelaskan bahwa petugas KPK berhasil menemukan dan menyita sejumlah barang bukti berupa dokumen dan berkas lainnya yang diduga terkait lainnya.


Febri mengatakan, “Benar, petugas KPK telah menemukan dan menyita sejumlah dokumen terkait anggaran yang diduga berkaitan dengan kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) saat melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi di Aceh.”


Febri menjelaskan bahwa penggeledahan tersebut dilakukan sejak pagi hingga sore hari ini. Sementara itu, penyidik KPK juga memeriksa tersangka Ahmadi, Bupati Bener Meriah nonaktif. Meski bersatus sebagai tersangka, namun yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi.



"Benar, Ahmadi tadi sempat diperiksa penyidik KPK sebagai saksi. Terkait proses pemeriksaan, penyidik mendalami lebih lanjut dari saksi ini, yang adalah tersangka, terkait dugaan pemberian Gubernur Aceh non aktif Irwandi Yusuf,” kata Febri Diansyah di Jakarta, Jumat (10/08/18).



Menurut Febri, sejumlah pejabat Kementerian Dalam Negeri(Kemendagri) Republik Indonesia juga sempat diperiksa dalam kasus tersebut. Para pejabat Kemendagri itu ditanya soal strandarisasi proses alokasi dan penyaluran Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA).


Dalam perkara tersebut, penyidik KPK juga menetapkan Irwandi Yusuf sebagai tersangka. Irwandi diduga menerima uang yang diduga sebagai suap atau gratifikasi dari pemberian Ahmadi (Bupati Bener Meriah nonaktif) sebesar Rp 500 juta.


Uang tersebut diduga merupakan bagian dari commitment fee Rp 1,5 miliar atau 10 persen demi mendapatkan jatah proyek pembangunan infrastruktur yang menggunakan alokasi anggaran DOKA. KPK menduga bagian 8 persen diperuntukkan bagi sejumlah pejabat di provinsi, sedangkan 2 persen di tingkat kabupaten.


“Sebagian uang tunai sebesar Rp 500 juta tersebut diduga akan digunakan untuk kegiatan Aceh Marathon 2018. Selain Irwandi dan Ahmadi, ada 2 orang yang juga dijerat sebagai tersangka yaitu Hendri Yuzal dan Syaiful Bahri” pungkas Febri Diansyah. (Koko/EG)