Beritahati.com, Bandung - Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Mochamad Iriawan mengupayakan panjang jalur runway Bandara Cikembar Sukabumi tetap ideal. Walaupun sempat terjadi perdebatan mengenai Bandara Cikembar ini, mengingat jalur runway tidak dapat terlalu panjang.


Iriawan mengatakan, sudah membahas pembangunan infrastruktur di Sukabumi bersama pemerintah pusat. Salah satunya soal Bandara Cikembar.


"Ada yang panjang di Citarate, Ujung Genteng tapi terlalu jauh. Itu dari Sukabumi saja 3 jam lebih. Kalau sekarang kan Cikembar hanya hitungan menit. Nanti jumat dari kementerian perhubungan akan melihat lagi," ujar Iriawan, Kamis (30/8/2018).


Kendati begitu, Iriawan tetap mengupayakan panjang landasan tetap ideal. Yaitu mencapai 1.600 meter atau 1.800 meter, agar pesawat jenis ATR 72 yang dapat mengangkut banyak penumpang bisa mendarat di bandara tersebut.


"Karena kalau twin otter cuma 14 orang percuma. Tapi saya ingin kejar supaya bisa jadi. Karena kalau enggak, bisa dialihkan ke tempat lain," katanya.


Adanya kabel listrik saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET), menurut dia, menjadi salah satu kendala di Cikembar. Sebab kurang mendukung manuver pesawat.


"Karena kalau cekungan di Bandung kan jauh antara bukit, kalau ini dekat. Jadi khawatir hanya pakai visual, sedangkan itu kan banyak didarati untuk kepentingan masyarakat Sukabumi jadi itu masalahnya," paparnya.


Disinggung mengenai lokasi Bandara Cikembar, Iriawan mengklaim, sangat ideal sebab tak terlalu jauh dari Kota dan Kabupaten. Di mana jaraknya hanya sepanjang 30 kilometer.


"Demand-nya besar (kebutuhan akan bandara di Cikembar, Sukabumi), karena bukan di masalah pariwisata saja tapi orang Sukabumi banyak ke Jakarta untuk urusan ekonomi, atau pendidikan. Kalau di Citarate itu hanya pariwisata," pungkasnya.