Beritahati.com, Jakarta - Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengatakan, terkait realisasi anggaran tahun 2018 berdasarkan program, sampai dengan 31 Agustus 2018, dari lokasi anggaran Sekretariat Kabinet (Setkab) sebesar Rp228,414 miliar. Realisasinya Rp154 miliar, sisa anggaran Rp74 miliar.


“Artinya, 67 persen sudah terserap sampai dengan Agustus 2018,” jelas Seskab Pramono Anung dalam Rapat Kerja (Raker) dengan pimpinan dan anggota Komisi II DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (5/9/2018).


Seskab juga menyampaikan keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menambah 4 Staf Khusus Presiden (SKP) pada 2018, sehingga diperlukan tambahan anggaran sebesar Rp52,585 miliar, karena pada anggaran sebelumnya alokasi ke-4 SKP ini belum dialokasikan.


Dengan demikian, mempertimbangkan sisa anggaran yang ada, serta kebutuhan akan anggaran untuk beberapa pos lainnya, dirinya mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp36 miliar pada Tahun Anggaran (TA) 2019 dari pagu yang sudah dialokasikan sebesar Rp Rp756.072.365.000,00 termasuk anggaran Badan Pembinaan Ideologi Pancasilan atau BPIP sebesar Rp404.113.834.000,00.


Usulan tambahan untuk tahun anggaran 2019, karena penambahan beban baik untuk Kedeputian Bidang Administrasi, Kedeputian Bidang Dukungan Kerja Kabinet, dan lain-lain. Dan akhirnya Komisi II DPR RI meluluskan permintaan tersebut.


“Komisi II DPR RI akan meminta kepada Badan Anggaran DPR RI untuk memenuhi kebutuhan tambahan anggaran tersebut di atas dalam pembahasan di Badan Anggaran DPR RI,” kata Ketua Komisi II DPR RI, Zainudin Amali, dalam Rapat Kerja.


Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Wakil Seskab Ratih Nurdiati, Deputi Seskab Bidang Administrasi Farid Utomo, Plt. Deputi Bidang Perekonomian M. Amperawan, Deputi Bidang PMK Surat Indijarso, Deputi Bidang Dukungan Kerja Kabinet Yuli Harsono, Staf Ahli Seskab Thanon Aria Dewangga, Staf Khusus Seskab Emir Wardhana, dan para pejabat eselon II Sekretariat Kabinet.