Beritahati.com, Jakarta - Berselancar sendirian di YouTube saat libur 1 Muharram, akhirnya tertambat pada akun official The Tonight Show Starring Jimmy Fallon, sebuah acara Talk Show produksi ABC, Amerika Serikat (AS).


Pada edisi 7 September 2018, ada satu fenomena menarik yang diangkat oleh host Jimmy Fallon, yakni ejaan kata Presiden AS Donald Trump yang kerap melenceng dan agak lucu didengar. Tim kreatif Tonight Show mengangkjatnya dalam kemasan berjudul 'Talk Like Trump'.


Fallon memulai dari seorang penonton bernama Rima, yang ditantang untuk menebak bagaimana cara Trump mengucapkan kata 'Congratulate'. Dan Rima menjawab dengan mantap, "a menabla.."


Sontak memancing gelak tawa penonton termasuk Fallon yang takjub dengan sense of humor Rima, asal Washington DC.


Benar saja, saat diputar video pidato Trump, sang Presiden salah ucap 'Congratulate' menjadi 'Crugradulate'. Dan Rima mendapatkan sebuah T-Shirt bertuliskan 'Crugradulate' untuk dibawa pulang.


Peserta kedua, Hanna dari West Virginia, menebak bahwa Trump akan terpeleset mengeja kata 'Capsule' menjadi 'Casul'. Ternyata memang benar Presiden AS itu 'terpeleset', akan tetapi bukan 'Casul' melainkan 'Capsicle'. Hanna mendapat T-Shirt bertuliskan 'Capsicle' untuk dibawa pulang. Oh My God Trump....hehehe


Terakhir, seorang penonton bernama Alan, menebak Trump berhasil menyebutkan nama negaranya sendiri, yakni 'United States'. Hanya saja Alan menduga, Trump akan memberi penekanan sedikit pada kata 'States'.


Ternyata? Trump kembali 'terpeleset' mengucapkan nama negaranya sendiri dalam berpidato, dengan mengucapkan 'United Schtates'....astaga....bayangkan kalau di Indonesia? pastinya sudah jadi bahan bully tak henti. Karena kebiasaan di sini, walaupun pejabat negara selalu berbuat baik dan benar saja, pasti dimunculkan fitnah hanya agar bisa dibully.


Acara 'Talk Like Trump' terlihat sekilas mengolok-olok, akan tetapi jika dilihat lebih dalam, ini sah saja karena berangkat dari kejadian nyata yang memang terjadi dan dilakukan oleh Presiden Trump sendiri di depan orang banyak (saat berpidato). Dan kejadian nyata nan lucu dari Trump, dikemas dalam sebuah acara Talk Show dengan memperhatikan azas-azas jurnalistik yang terukur serta sangat baik.


Jika dia tidak melakukan apa-apa, lalu dikondisikan (direkayasa) kemudian diangkat sebagai bahan olok-olok, otomatis sudah masuk pengadilan semua itu kru bersama host Tonight Show.


Jadi beda gak cara Amerika dan Indonesia dalam mengolok seseorang, khususnya pejabat negara?