Beritahati.com, Jakarta - Chief Judge Frank Caprio, menjadi buah bibir di Amerika Serikat (AS) dalam beberapa tahun belakangan ini. Hakim Pengadilan Kota Providence, Rhode Island, AS berusia 82 tahun ini berhasil merebut hati rakyat Amerika karena caranya menangani kasus dengan menggunakan hati.


Dirinya selalu melihat masalah bukan dari kesalahan seseorang, akan tetapi dalam pengadilan, ia coba menggali apa akar permasalahan hingga terjadi pelanggaran. Apakah memang sengaja parkir seenaknya, apakah memang seseorang itu memiliki tabiat buruk, ataukah seseorang dengan permasalahan keluarga pelik lalu berbuat salah hingga berurusan dengan polisi.


Motto Caprio dalam setiap videonya, dan selalu diucapkan di muka pengadilan adalah, 'balance the equity' yang artinya; 'menyeimbangkan hak (setiap pihak) atas sesuatu'.


Dalam hukum, kalimat yang diucapkan Caprio bisa diinterpretasikan bahwa seseorang bisa dianggap bersalah di depan pengadilan harus dengan bukti yang sah dan berdasarkan banyak pertimbangan lainnya. Jadi untuk menghukum seseorang, bukan dengan serta merta tanpa perhitungan matang sesuai perbuatannya.
Jika anda menerobos lampu merah dengan sengaja dan terbukti via tayangan CCTV, Caprio akan mengkonfrontir kepada terdakwa, kenapa sampai terjadi demikian.


Begitu pula seseorang yang tadinya bersalah, bisa terbebaskan, jika memang apa yang dilakukannya didapati tidak memenuhi bukti yang kuat, atau setelah dipertimbangkan dari sisi kemanusiaan, orang tersebut adalah baik adanya, memiliki etika hidup yang bagus, namun karena sesuatu hal yang tak bisa ditolaknya, ia terpaksa menerobos lampu merah atau terpaksa parkir di tempat terlarang.


Ada kalanya Caprio harus menggunakan beberapa skill investigasi untuk menguji terdakwa yang ada di hadapannya apakah sebenarnya orang baik-baik or just a jerk.


Contohnya ibu di dalam video ini, yang ditayangkan via akun official Caught in Providence 15 Maret 2017, akhirnya terbebas dari dakwaan tiket parkir sebesar USD 400 karena berterus terang kepada Caprio mengenai keadaan keluarganya, hingga apa yang membuatnya selalu kena tilang. Ibu ini kena tilang karena harus mengurus hutang yang ditinggalkan anak kandungnya, yang mirisnya, menjadi korban pembunuhan setahun sebelumnya.


Ibu ini dinyatakan pemerintah bangkrut, bahkan buku tabungan diblokir negara, sampai uang tanggungan dari negara untuk warga yang dinyatakan bangkrut terpaksa distop sampai ia menyelesaikan masalah utang-utang pelanggaran ketertiban yang dilakukan mendiang anaknya semasa hidup hingga tunggakan asuransi.


Bahkan saat datang ke pengadilan untuk disidang Caprio, si ibu hanya punya 5 dollar AS di dalam dompetnya. Namun ia menyatakan tetap akan tunduk kepada hukum dan berupaya menyiapkan denda USD 400 tas pelanggaran parkirnya selama beberapa tahun terakhir, yang ditetapkan pengadilan.


Dari 400 hingga turun menjadi 50 dollar AS lewat mencicil, sampai akhirnya Hakim Frank Caprio mengambil keputusan mengejutkan membebaskan ibu ini dari segala tuduhan sampai denda, dapat diikuti dalam video ini.


Dalam hatinya, Caprio bergumam, negara tidak pantas mengambil denda 400 dollar AS atas pelanggaran parkir dari seorang ibu yang mengalami begitu banyak trauma dalam setahun belakangan. Dan di benak Caprio juga mengatakan, si ibu tak pantas pula membayar denda dalam keadaan bangkrut dengan uang 5 dollar di dompetnya. Inilah 'balance the equity' versi Frank Caprio, seorang hakim kepala pengadilan kota Providence, Rhode Island, Amerika Serikat.


Saat seorang hakim di luar negeri sudah dalam tataran pertimbangan serupa Caprio, banyak oknum hakim di Indonesia justru sibuk mondar-mandir Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus suap atau gratifikasi.


Penasaran dengan sepak terjang Caprio? dapat membuka langsung akun official YouTube Caught in Providence.