Beritahati.com, Yogyakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise menghadiri acara Temu Nasional Kongres Wanita Indonesia ke-90 dan Sidang Umum International Council of Women (ICW) ke-35 di Yogyakarta.


Acara ini diselenggarakan untuk memperkuat komitmen bersama, bagi 150 perempuan dari organisasi dunia di 18 negara dan 1.000 perempuan perwakilan organisasi di Indonesia, dalam meningkatkan upaya pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di dunia, khususnya di Indonesia.


“Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mengapresiasi upaya Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (Kemen BUMN) yang telah menyelenggarakan acara ini, sebagai bentuk upaya dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Indonesia," ujar Menteri Yohana dalam sambutannya.


Mengingat saat ini, lanjut Yohana, kondisi perempuan dan anak di Indonesia cukup memprihatinkan. Berbagai hasil kajian memperlihatkan bahwa perempuan dan anak merupakan kelompok rentan yang sering mengalami berbagai masalah, seperti kemiskinan, bencana alam, konflik, kekerasan, dan sebagainya.


Menteri Yohana menjelaskan, bahwa perempuan dan anak seringkali mengalami berbagai kekerasan, baik fisik, psikis dan seksual, serta menjadi korban stereotype, marginalisasi, subordinasi, dan beban ganda.


“Perempuan juga sering mengalami subordinasi atau penomorduaan, khususnya dalam kesempatan untuk memperoleh hak-hak pendidikan, yang sering dinomorduakan dibandingkan pendidikan laki-laki. Terakhir adalah beban ganda, banyak perempuan yang bekerja mencari nafkah sekaligus mengerjakan urusan rumah tangga. Untuk mengatasi permasalahan perempuan tersebut, pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi menjadi faktor sangat penting yang harus ditingkatkan,” ungkap Menteri Yohana.


Menteri Yohana juga menegaskan, bahwa perempuan berpotensi besar untuk membangun bangsa ini, oleh karena itu sangat perlu memberikan akses bagi perempuan untuk berpartisipasi di segala bidang pembangunan.


“Saya harap KOWANI dapat meningkatkan peran perempuan selaku anggotanya yang sudah dianggap sebagai keluarga besar sendiri. Selain itu dapat berkontribusi dalam melindungi, memberdayakan dan memajukan kaum perempuan, serta ikut berpartisipasi dan berperan aktif dalam pembangunan bangsa dan negara,” tutup Menteri Yohana.