Beritahati.com, Jakarta - KPK hari ini memanggil satu saksi penting dalam kasus perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) berupa suap atau gratifikasi terkait proyek pembangunan dermaga pelabuhan Kota Sabang, Provinsi Nangroe Aceh Darussalam.


Kabiro Humas KPK Febri Diansyah menjelaskan, yang dipanggil adalah Teuku Rafly Pasya. Mantan suami artis Tamara Bleszynski tersebut akan diperiksa dan dimintai keterangannya dalam kapasitas sebagai saksi untuk tersangka dari pihak korporasi yaitu PT. Tuah Sejati.


"Benar hari ini penyidik KPK memanggil satu saksi atas nama Teuku Rafly Pasha, keterangan yang bersangkutan diperlukan penyidik untuk tersangka PT. Tuah Sejati (TS), dalam kasus dugaan korupsi berupa suap atau gratifikasi terkait proyek pembangunan dermaga di pelabuhan Sabang,” jelas Febri, Jumat (14/9/2018).


Saat ditanya lebih detail terkait materi pemeriksaan Teuku Rafly, Febri belum bersedia memberikan keterangan secara lengkap apa sebenarnya hubungan antara Teuku Rafly dalam kasus perkara yang menjerat PT. Tuah Sejati tersebut.


Hingga saat ini penyidik KPK telah menetapkan 2 tersangka, masing-masing PT. Nindya Karya dan PT. Tuah Sejati. Kedua tersangka dari unsur korporasi tersebut, diduga terkait kasus dugaan korupsi pembangunan dermaga bongkar pada kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Kota Sabang, Tahun Anggaran (TA) 2006 hingga 2011.


Penyidik KPK meyakini kedua korporasi tersebut telah melakukan perbuatan melanggar hukum, yaitu memperkaya diri sendiri, orang lain maupun sebuah korporasi atau kelompok. Proyek pembangunan dermaga pelabuhan Kota Sabang diduga berpotensi menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 313 miliar.


Dugaan penyimpangan diantaranya penunjukan langsung, Nindya Sejati Join Operation yang sejak awal diarahkan sebagai pemenang pelaksana pembangunan. KPK menduga ada rekayasa dalam penyusunan hingga penggelembungan harga dan adanya kesalahan prosedur.


KPK menduga PT. Nindya Karya bersama PT. Tuah Sejati mengambil keuntungan sebesar Rp 94,58 miliar, dengan rincian PT. Nindya Karya sebesar Rp 44,68 miliar, dan PT. Tuah Sejati sebesar Rp49,9 miliar.