Beritahati.com, Jakarta - KPK kembali memanggil sejumlah saksi dalam kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) berupa suap atau gratifikasi yang menjerat seorang oknum hakim Pengadilan Negeri (PN) Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut).


Kabiro Humas KPK Febri Diansyah mengatakan, salah satu saksi penting yang dipanggil adalah Marsudin Nainggolan, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Kota Medan.


“Yang bersangkutan dipanggil penyidik KPK dalam kapasitasnya sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi yang menjerat tersangka Merry Purba, oknum hakim ad hoc pengadilan Tipikor, saksi Marsudin Nainggolan diperiksa untuk tersangka Tamin Sukardi,” jelas Febri, di Gedung KPK Jakarta, Jumat (14/9/2019).


Febri menjelaskan, penyidik KPK hari ini juga memanggil sejumlah saksi lainnya, yaitu pengacara Fachrudin Rifai, Suhardi seorang staf Wakil Ketua PN Medan, Raymondu Candra Lubis, dan Tadjuddin Tandeanus dari pihak swasta, mereka akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka Tamin Sukardi.


Penyidik KPK hingga saat ini telah menetapkan 4 orang sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Masing-masing 2 tersangka penerima suap yaitu Merry Purba dan Helpandi seorang panitera pengganti PN Kota Medan


Sedangkan 2 tersangka lainnya, disangkakan sebagai pihak pemberi suap. Masing-masing Tamin Sukardi seorang pengusaha dan Hadi Setiawan, orang kepercayaan Tamin. Hadi Setiawan sebelumnya diberitakan sempat melarikan diri, namun akhirnya yang bersangkutan menyerahkan diri kepada KPK.


“KPK menduga bahwa tersangka Tamin Sukardi telah memberikan uang sebesar 280 ribu Dolar Singapura (SGD) sebagai suap untuk mempengaruhi vonis perkaranya yang sedang ditangani PN Kota Medan,” pungkas Febri.