Beritahati.com, Tegal - Guna meningkatkan jumlah produksi dan memperkuat bisnis koperasi perikanan, Kementerian Koperasi dan UKM menjalin kemitraan dengan koperasi perikanan terutama dalam penyelenggaraan pelelangan ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI).


Asisten Deputi Bidang Perikanan dan Peternakan pada Deputi Produksi dan Pemasaran, Kementerian Koperasi dan UKM Devi Rimayanti mengatakan, kemitraan dalam koperasi dapat menggalang kekuatan dan kemampuan bersama untuk menghadapi persaingan.


"Kerjasama antarkoperasi harus berkembang secara wajar sesuai dengan kebutuhan atas pertimbangan praktis, ekonomis, dan efisiensi," kata Devi acara Kemitraan Koperasi Perikanan dalam Penyelenggaraan Pelelangan Ikan di TPI, Kamis (13/9) di Tegal.


Devi menjelaskan, dalam jaringan atau kemitraan sektor koperasi harus tersusun mata rantai kerjasama antar koperasi yang saling terkait, koperasi yang menangani produksi barang dan jasa dengan koperasi lain yang menangani distribusi, dan lembaga keuangan koperasi.


Menurut Devi, kerjasama koperasi dapat efektif apabila memenuhi dua persyaratan, yaitu adanya kebutuhan yang sama dan nyata antara koperasi-koperasi yang bekerjasama; dan Koperasi-koperasi yang bekerjasama memiliki kekuatan dan kemampuan yang relatif sama atau seimbang.


"Peran pemerintah bersama para pemangku kepentingan sangat penting dalam menjalankan kemitraan dengan koperasi perikanan guna penyelenggaraan pelelangan ikan di TPI," kata Devi.


Ia menegaskan peran pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan lainnya sangat perlu untuk menjawab tantangan koperasi perikanan menghadap bersaing di era perdagangan bebas, baik di pasar domestik maupun di pasar ekspor. Hal ini sangat ditentukan oleh dua kondisi utama.


Pertama, lingkungan internal Koperasi harus diperbaiki, yang mencakup aspek kualitas SDM, terutama kewirausahaan (entrepreneurship), penguasaan teknologi dan informasi, struktur organisasi, sistem manajemen, kultur/budaya bisnis, kekuatan modal dan jaringan bisnis dengan pihak luar.


Kedua, lingkungan eksternal harus juga kondusif, yang terkait dengan kebijakan pemerintah, aspek hukum, kondisi persaingan pasar, kondisi ekonomi- sosial-kemasyarakatan, kondisi infrastruktur, tingkat pendidikan masyarakat, dan perubahan ekonomi global.


"Menyiapkan koperasi memasuki era pasar global menjadi sangat penting bagi terjaminnya kelangsungan hidup dan perkembangan koperasi perikanan sebagai penyedia lapangan kerja, sumber pertumbuhan dan pemerataan pendapatan khususnya nelayan anggota koperasi," kata Devi.


Dalam acara tersebut turut sebagai nara sumber anggota DPR RI Komisi IV dan selaku Ketua IKPI Onno Surono, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Indramayu, dan Direktur Bisnis Agriterra.


Turut hadir para kepala dinas koperasi dan UKM kabupaten/kota di Jawa Tengah, gerakan koperasi seperti Puskud Mina Baruna Jateng, KUD Mino Saroyo Cilacap, KUD Usaha Mina Jaya Kendal, KUD Mina Saya Sari Brebes dan KUD Eko Karyo Mino Jepara.