Beritahati.com, Tangerang - Inspektorat Kota Tangerang berkerjasama dengan Deputi Bidang Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia menggelar Bimbingan Teknis Pengisian e-Filling pada Aplikasi e-LHKPN.


Sekda Kota Tangerang, Dadi Budaeri menyampaikan, kebijakan Pemerintah Kota Tangerang untuk pengisian LHKPN dilebarkan tidak hanya Pejabat Eselon II dan IIIA tapi ditambah juga dengan seluruh Eselon IIIB. "Ini gunanya agar seluruh penyelenggara negara taat dan patuh terhadap pengisian LHKPN," terangnya di ruang Akhlakul Karimah Gedung Pusat Pemerintah Kota Tangerang, Selasa (18/9/2018).


Sekda juga menambahkan, progres pegawai yang sudah mengisi LHKPN di Kota Tangerang mencapai 91% dan merupakan yang tertinggi di Provinsi Banten. "Karena ada yang sudah pensiun jadi tidak terkejar pengisian laporannya. Tapi nanti tetap akan kita minta, karena walau sudah pensiun harus wajib mengisi LHKPN," jelasnya.


Melalui Bimbingan Teknis Pengisian e-Filling pada Aplikasi e-LHKPN, Dadi berharap kedepan pencapaian dari pewagai yang mengisi LHKPN bisa 100% serta diharapkan mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran para wajib lapor LHKPN di Kota Tangerang dan sebagai salah satu upaya tindak pencegahan terhadap berlangsungnya praktek-praktek KKN dalam penyelenggaraan pemerintahan.


"Ini sudah jadi kewajiban, jadi semuanya harus mengisi, ini juga sebagai pencegahan agar tidak terjadi hal-hal negatif yang terjadi dalam penyelenggaraan pemerintahan," tambahnya.


Sementara itu, Jeji Azizi selaku Spesialis Pendaftaran dan Pemeriksaan LHKPN dari KPK Deputi Bidang Pencegahan yang menjadi salah satu narasumber memaparkan materi tentang mekanisme pengisisan e-LHKPN yang diatur melalui Peraturan KPK No. 7 Tahun 2017 dan menerangkan bahwa LHKPN dilaporkan secara periodik dan harus dengan kejujuran.


"LHKPN juga mencakup kejujuran dalam kepemilikan harta, termasuk pula asal-usul dari harta milik pejabat itu sendiri," pungkas Jeji.


Sebagai informasi, peserta Bimbingan Teknis Pengisian e-Filling pada Aplikasi e-LHKPN berjumlah 140 orang dengan narasumber perwakilan dari KPK sebanyak empat orang