Beritahati.com, Jakarta - Dikutip dari sebuah postingan grup WhatsApp, bahwa dalam mengelola sebuah komunitas chat, perlu diperhatikan pula perbedaan antara anggota satu dengan lainnya. Artinya, memahami perbedaan tersebut dibandingkan harus memisahkan mana yang berbeda dan mana yang sama. Jika dipisah, so pasti bukan sebuah grup lagi namanya, melainkan terpecah menjadi kotak-kotak tertentu.


Berikut tips yang bisa dijalankan pengelola grup chat baik WhatsApp maupun sejenisnya agar terus langgeng, nyaman buat semua, serta aman dari praktik penyebaran hoax maupun fitnah.


1. Pahami bahwa semua memiliki perbedaan, yaitu :
☆ Pendidikan
☆ Usia
☆ Status
☆ Hobi
☆ Sifat
☆ Latar Belakang
☆ Kedewasaan
☆ Profesi
☆ Lingkungan
☆ Pola Pikir, dan lain-lain.


2. Dari perbedaan tersebut, harap maklum jika ada anggota yang :
☆ Suka Humor
☆ Serius dan Santai
☆ Suka Ceramah Agama
☆ Suka Menasihati
☆ Suka Mengkritik
☆ Suka Cerita Politik ga JELAS
☆ Suka Posting Artikel Nyontek


3. Dari sisi keaktifan posting para anggota, ada yang :
☆ Sangat aktif
☆ Sederhana aktif
☆ Kadang-kadang aktif
☆ Tak aktif tapi suka baca
☆ Memang malas buka messanger
☆ Jadi anggota tapi tak aktif


4. Jangan mudah terpengaruh dengan isi posting, karena bisa membuat kamu jadi :
☆ Emosi
☆ Tersinggung
☆ Tak mau kalah
☆ Percaya begitu saja


5. Jika ada posting yang isinya keliru, perlu segera diluruskan secara baik dan kekeluargaan supaya tidak menambah gaduh atau memperkeruh suasana. Dan bagi yang posting tak betul, jika diluruskan oleh sesama anggota grup, jangan pula cepat tersinggung.


6. Jika ada posting yang kurang berkenan di hati secara pribadi, misalnya :
☆ Humor ngawur
☆ Gambar ngawur
☆ Video ngawur
☆ Cerita ngawur
☆ Artikel terlalu panjang
☆ Biarkan saja atau Delete


Jadikanlah saja posting rekan anda sebagai perbedaan untuk saling melengkapi.


Jadi, jika sudah bisa memahami perbedaan antara satu dengan lainnya, sebuah grup WhatsApp atau grup chat sejenis, bisa fokus pada satu tujuan, yakni 'Menjalin Tali Silaturahmi dan Mempererat hubungan kekeluargaan'.


Indahnya bersahabat, kompaknya berkumpul, sucinya hubungan kekeluargaan, bisa menjadi contoh sekaligus membentuk generasi penerus bermartabat di masa depan.