Beritahati.com, Jakarta - Global Plastic Action Partnership (Kemitraan Aksi Plastik Global) atau GPAP adalah sebuah bentuk kemitraan antara dunia bisnis, pemerintah nasional/lokal, badan donor internasional, kelompok masyarakat, dan para ahli untuk bekerja sama mengurangi sampah plastik, yang dicanangkan World Economic Forum (WEF).


Menko Maritim Luhut B. Pandjaitan, mewakili Indonesia menjadi mitra pertama dalam pencanangan gerakan ini yang dilakukan di New York, Amerika Serikat, pada Selasa (25/9/2018).


"Masih banyak tantangan yang harus dihadapi Indonesia dalam upaya mengatasi masalah sampah laut, kami tidak bisa melakukannya sendiri. Melalui GPAP kami berharap kerja sama global dalam mengurangi limbah plastik, akan menjadi semakin terorganisir, efektif, dan sistematis," kata Menko Luhut dalam sambutannya.


Sementara itu, WEF berharap dengan menggandeng pemerintahan nasional sebagai mitra pertamanya, gerakan ini diharapkan akan berdampak lebih luas.


"Kami membutuhkan kepemimpinan untuk menggerakkan aksi besar masyarakat, industri, dan banyak unsur lainnya, untuk mengamankan masa depan laut kita (laut yang sehat). Kehidupan manusia amat begantung pada laut," kata Dominic Waughray, Head of the Centre for Global Public Goods, WEF.


Menurutnya, GPAP akan menyediakan mekanisme untuk mendukung kolaborasi antara inisiatif yang muncul secara global, menyediakan jaringan ahli yang mudah diakses, dan juga berfungsi sebagai ajang pertukaran wawasan dan pengalaman.