Beritahati.com, Jakarta - Kerusuhan berujung pembunuhan suporter kembali terjadi di Indonesia. Laga Persib Bandung vs Persija Jakarta, Minggu, 23 September 2018 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), ternoda dengan tindakan puluhan oknum bobotoh (pendukung Persib) yang membunuh seorang Jakmania (pendukung Persija) di pintu gerbang.


Haringga Sirila, tewas mengenaskan akibat disiksa dan dibunuh beramai-ramai oleh bobotoh Persib Bandung. Perilaku kriminal seperti itu ditengarai sebagai tanda bahaya bagi sepak bola.


Terkait meninggalnya Haringga Sirila, sudah 8 orang ditetapkan menjadi tersangka oleh Polrestabes Bandung. Kejadian suporter meninggal saat Persib vs Persija tidak terjadi baru satu kali ini saja. Pada tahun lalu, Ricko Andrean tewas di dalam stadion atau tribun saat sedang menyaksikan pertandingan. Ironisnya, dia yang merupakan Bobotoh meninggal karena dipukuli oknum Bobotoh lainnya setelah dia dianggap sebagai The Jakmania yang menyusup. Banyak anak remaja yang terlibat dalam kasus pengeroyokan tersebut.


Jika dilihat dari tinjauan kesehatan, pengeroyokan tersebut bisa disebut sebagai salah satu gangguan perilaku, yang merupakan masalah emosional serius pada anak-anak dan remaja.


Menurut WebMD, seseorang dengan gangguan ini dapat menampilkan pola perilaku mengganggu, suka kekerasan, dan bermasalah dalam menaati aturan. Gejala gangguan mental ini bervariasi tergantung pada usia seseorang dan apakah gangguan ringan, sedang, atau berat.


Secara umum, gejala gangguan perilaku jatuh ke dalam empat kategori umum:


1. Perilaku agresif
Ini adalah perilaku yang mengancam atau menyebabkan kerusakan fisik dan mungkin termasuk perkelahian, penindasan, bersikap kejam terhadap orang lain atau hewan, menggunakan senjata, termasuk memaksa orang lain melakukan aktivitas seksual.


2. Perilaku yang merusak
Seseorang dengan gangguan mental serius bisa terlibat penghancuran properti secara disengaja seperti pembakaran (pemusnahan yang disengaja) dan vandalisme (merusak properti orang lain).


3. Perilaku curang
Perilaku ini termasuk berbohong berulang, mengutil, atau membobol rumah atau mobil untuk dicuri.


4. Melanggar aturan
Dalam hal ini, seseorang dengan gangguan tersebut, melawan aturan-aturan masyarakat atau terlibat dalam perilaku yang tidak sesuai untuk usia seseorang. Perilaku ini mungkin termasuk melarikan diri, bolos sekolah, atau aktif secara seksual pada usia yang sangat muda.


Selain itu, banyak orang dengan gangguan perilaku yang mudah tersinggung, memiliki harga diri yang rendah, dan cenderung sering marah-marah. Beberapa mungkin menyalahgunakan obat-obatan dan alkohol.


Orang dengan gangguan perilaku ini sering tidak dapat menghargai bagaimana perilaku mereka dapat menyakiti orang lain. Pelaku juga umumnya memiliki sedikit rasa bersalah atau penyesalan tentang menyakiti orang lain.