Beritahati.com, Lampung - Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim mengakui meski koperasi masih didominasi Koperasi Simpan Pinjam (KSP), namun dalam beberapa tahun ini mulai bergeser menggarap sektor riil. Hal tersebut diungkapkannya pada acara Peringatan Hari Koperasi Ke-71 Tingkat Provinsi Lampung dan Festival Kain Tradisional, di Kabupaten Lampung Timur, Kamis (27/9/2018).


"Sudah mulai bergeser ke sektor aminapolitan dengan membangun koperasi nelayan, terutama di wilayah pesisir yang banyak berprofesi sebagai nelayan. Koperasi konsumen yang menggarap pasar ibu-ibu juga mulai berkembang baik yang memberikan manfaat luar biasa besar bagi para ibu di Lampung Timur," ujar Chusnunia.


Bagi Chusnunia, dengan membentuk koperasi konsumen maka kaum ibu lebih dimudahkan dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-harinya. "Selain mudah berbelanja, koperasi konsumen juga menawarkan harga yang kompetitif, meski harga-harga barang di luaran sedang beranjak naik," ungkap Chusnunia.


Di samping itu, lanjut Chusnunia, pihaknya juga sedang mengembangkan Pilot Project PAUD (pendidikan anak usia dini) berbasis koperasi.


"Kita ingin menanamkan pemahaman dan manfaat akan koperasi sejak usia anak-anak. Di Lampung Timur ada 264 desa yang sudah memiliki PAUD. Anak-anak itulah yang akan kita berikan pemahaman dan pengenalan koperasi, hingga mereka mencintai koperasi. Ini momentum kita untuk membangkitkan koperasi, tidak hanya sekadar jargon," tegas Chusnunia.