Beritahati.com, Jakarta - Kementerian Koperasi dan UKM menggelar "Temu Konsultasi Pengembangan Expert Pool", menghadirkan para tenaga ahli (expert) bidang koperasi dan UKM, dari berbagai daerah. Dalam kegiatan tersebut hadir pula pembicara dari Bappenas dan Deputi Bidang Pengembangan SDM Kemenkop dan UKM.


Asdep Penelitian dan Pengkajian KUMKM Kemenkop dan UKM, Christina Agustin mengatakan, tujuan diadakannya kegiatan ini guna mengkaji bagaimana peran para expert dapat ditingkatkan, melalui mekanisme pertemuan ahli untuk membahas peran para ahli dalam mengembangkan UMKM di Indonesia.


"Hasil yang dicapai dengan adanya expert pool ini yaitu, untuk mewujudkan pertambahan UMKM yang naik kelas, semakin banyaknya koperasi-koperasi unggulan yang tangguh dan mandiri, serta mewujudkan daya saing produk-produk UMKM Indonesia yang kreatif dan inovatif," kata Christina, di Hotel Kaisar, Jakarta, Kamis (27/9/2018).


Peran expert diharapkan dapat melakukan bimbingan, konsultasi baik melalui proses belajar maupun praktek di lapangan kepada para pelaku usaha UMKM, dan koperasi dalam pengembangan usahanya, sehingga UMKM dapat naik kelas (scalling up), bertahap dari usaha mikro menjadi kecil, dan usaha kecil menjadi menengah.


"Lebih jauh dari itu, UMKM dan koperasi diharapkan dapat mengambil manfaat dari keahlian para expert, maka cara, metode dan program dalam peningkatan peran para expert harus diselenggarakan dengan program khusus, sebagai upaya pengembangan dari program baru yang disebut expert pool," terang Christina.


"Terwujudnya jaringan expert dalam wadah expert pool merupakan sebuah kebutuhan untuk membangun kerja sama yang baik antara akademisi, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat sipil dalam upaya peningkatan kreativitas, kapabilitas inovasi bagi UMKM dan koperasi," lanjutnya.


Direktur Industri, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Bappenas Teguh Sambodo menambahkan, ke depan expert pool ini dapat dikembangkan, bahkan diperluas untuk bekerja sama dengan kementerian/lembaga. Namun pengembangannya itu harus sesuai dengan perkembangan global.


"Kalau kita mau memikirkan koperasi dan UMKM maka dia harus merespon bukan hanya barang jasa, dan bagaimana masyarakat miskin, tapi juga bisa merespon masyarakat yang kelas menengah,' kata Teguh.


Program expert pool mulai dikembangkan pada 2015. Hingga saat ini, expert pool sudah menjangkau tiga kota, yakni Malang, Medan, dan Makassar yang dijadikan sebagai program percontohan. Pemerintah sendiri menargetkan sebanyak 1000 expert dari 34 provinsi, dengan 29 expert di tiap provinsi.