Beritahati.com, Jakarta - KPK hingga saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap Sofyan Bashir Direktur Utama (Dirut) PT. PLN. Sofyan sudah datang di Gedung KPK Merah Putih, Jalan Kuningan Persada, Kuningan, Jakarta Selatan.


Kedatangan Sofyan untuk memenuhi panggilan penyidik KPK sebagai saksi untuk tersangka Idrus Marham, dalam kasus dugaan suap atau gratifikasi proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau 1 di Provinsi Riau.


Kabiro Humas KPK Febri Diansyah menjelaskan pemeriksaan terhadap Sofyan tersebut, sebenarnya merupakan kelanjutan dari pemeriksaan yang telah dilakukan sebelumnya, untuk menggali dan mendalami sejumlah informasi terkait adanya sejumlah aliran dana kepada sejumlah pihak.


"Benar Sofyan Bashir kembali dipanggil dan dimintai keterangan, dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk Idrus Marham dalam kasus dugaan perkara suap proyek pembangunan PLTU Riau 1," kata Febri Diansyah, di Gedung KPK Jakarta, Jumat (28/9/2018).


Tersangka Eni Maulani Saragih (EMS) mantan Wakil Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia. EMS selama ini diduga telah menerima sejumlah uang suap atau gratifikasi dari tersangka lainnya yaitu Johannes Budisutrisno Kotjo (JBK).


KPK meyakini bahwa tersangka EMS diduga telah menerima sejumlah uang sebesar Rp 4,5 miliar, yang merupakan pemberian tersangka JBK. Tujuan pemberian uang tersebut untuk memuluskan proses penandatanganan kerja sama, terkait pembangunan PLTU Riau 1.