Beritahati.com, Yogyakarta - Ribuan masyarakat berbaur dengan wisatawan memadati Pantai Depok, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, untuk menyaksikan kirab upacara tradisi tasyakuran nelayan yang berlangsung setiap bulan Suro atau Muharram tepatnya jelang malam Selasa Kliwon dalam hitungan kalender jawa.


Tradisi tasyakuran yang telah berlangsung turun-temurun ini dimulai dengan kirab bregodo dan gunungan yang berisi hasil bumi serta sesaji dari masyarakat di kawasan Pantai Depok yang terkenal dengan wisata kuliner seafood di Yogyakarta.


Kirab bregodo dan kirab gunungan serta sesaji ini dimulai dari SD Negeri Bungkus, Desa Parangtritis menuju Pantai Depok yang berjarak sekitar 500 meter. Sekitar pukul 15.00 WIB kirab mulai berjalan menuju Pantai Depok yang telah ditunggu oleh ribuan warga dan wisatawan.


Kirab yang diikuti anak-anak hingga dewasa ini menggunakan pakaian adat jawa. Sedangkan petugas SAR Pantai Depok mengusung gunungan yang berisi hasil bumi untuk di larung di Pantai Depok.



Ketua Panitia Tasyukuran Nelayan Pantai Depok, Tarmanto mengatakan kegiatan tasyukuran ini merupakan kegiatan rutin setiap tahunnya yang telah berjalan puluhan tahun oleh nelayan di Pantai Depok.


"Kegiatan sedekah laut ini memang dilakukan setiap bulan Suro atau Muharam," terang Tarmanto, Senin (1/10/2018).


Menurutnya sedekah laut ini merupakan ucapan syukur kepada Tuhan yang telah memberikan rejeki dari hasil laut yang melimpah selama satu tahun.


"Harapan kedepannya masyarakat dan nelayan Pantai Depok juga diberikan rejeki dan dijauhkan dari bencana," ungkapnya.


Tarmanto yang juga ketua TPI Pantai Depok ini juga mengatakan panitia juga menyiapkan 5.000 takir nasi gurih yang dibagikan gratis kepada masyarakat dan wisatawan yang menyaksikan acara sedekah laut.


"Takir berisi nasi gurih diberikan kepada pengunjung pantai usai gelar acara sedekah laut," jelasnya.



Sementara itu, Sutarlan, Ketua TPI Minabahari 45 Pantau Depok mengatakan untuk saat ini hasil tangkapan nelayan sangat minim karena belum musim ikan dan baru akan ada musim ikan bersamaan dengan datangnya musim hujan.


"Kalau musim kemarau atau pancaroba justru ikan sulit didapat namun ketika musim hujan tiba, saatnya panen ikan," katanya.


Diawali dengan acara tasyakuran nelayan ini diharapkan tangkapan ikan nelayan musim depan cukup melimpah dan membawa berkah bagi mereka semua.


"Kita bersyukur dan kita berdoa semoga Tuhan memberikan kemudahan dalam mencari rejeki di laut," kata kandidat kepala desa Parangtritis ini.


Pada bagian lain, Anis, salah satu wisatawan dari Jepara mengaku baru pertama kali datang ke Pantai Depok dan bersamaan dengan upacara tradisi tasyakuran nelayan Pantai Depok.


"Jadi bisa lihat pantai tapi juga bisa lihat tradisi nelayan di Pantai Depok ini," katanya.