Beritahati.com, Jakarta - Memar atau lebam di tubuh maupun wajah dapat terjadi kepada siapapun, lintas usia. Penyebabnya? bisa karena terbentur sesuatu atau dipukul seseorang baik menggunakan alat tertentu maupun tangan kosong.


Namun dengan terkuaknya kebohongan Ratna Sarumpaet soal lebam di muka akibat penganiayaan, ternyata seseorang yang habis menjalani operasi plastik (oplas) bisa mengalami memar atau lebam di wajah juga.


Lalu bagaimana membedakan mana lebam bekas pukulan, benturan, serta akibat oplas?


Musisi sekaligus ahli bedah Teuku Adifitrian, atau dikenal luas dengan Tompi menyatakan, sebuah operasi dikerjakan pada bagian tertentu, misalnya alis mata, dimana struktur penanganannya akan simetris alias sama rata antara kanan dan kiri.


"Misalnya perbaikan alis mata, pasti kanan kiri simetris alias sama perlakuannya," ujar Tompi di kawasan Pakubuwono, Jakarta Selatan, Rabu (3/10/2018).


Dengan kata lain, Tompi coba menjelaskan, akan sama lebam antara bagian kiri dan kanan wajah jika dikarenakan operasi plastik.


Sedangkan lebam atau memar akibat pukulan atau sejenisnya, memang dapat terjadi di semua bagian wajah, namun pola yang ditimbulkan acak, alias tidak simetris. Karena tidak mungkin pukulan di kiri akan sama jumlahnya dengan pukulan di sisi kanan wajah seseorang. Apalagi dalam kasus Ratna Sarumpaet, si aktivis gaek berbohong bahwa dipukuli oleh tiga orang tak dikenal di tempat gelap dengan membabi buta.


Artinya jelas, tak mungkin lebam yang dialami akan sama antara kiri dan kanan. Apalagi, kata dia, yang mengerjakan (katanya) manusia, jadi bukan robot yang bisa diprogram. Sehingga menurut Tompi tak ada indikator untuk menakarnya apakah memang lebam karena dipukuli seseorang bisa sama bentuknya antara kiri dan kanan wajah.


Nah, lain Tompi, lain pula gerombolan netizen di sebuah WAG komunitas alumni sebuah sekolah ternama di Jakarta. Mereka membahas bagaimana lebam di wajah itu, dan apa saja yang bisa menyebabkan memar alias lebam alias bengep (memar dalam bahasa Jakarta-red).


Jika disengat tawon atau lebah, wajah bisa lebam. Kemudian keracunan makanan, dipukuli warga, terjatuh lalu terbentur jamban di kamar mandi, disengat ubur-ubur, kejatuhan buah nangka yang sudah tua di pohon, sampai ditampar gorila.


Sempat jadi perdebatan konyol soal 'digampar gorila', karena belum ada contoh seseorang yang lebam akibat kena tamparan hewan primata tersebut.


Namun demikian, bagi mereka, informasi mengenai bagaimana efek oplas bagi kulit bisa berakibat lebam yang menakutkan seperti yang dialami Ratna Sarumpaet, adalah hal baru yang sangat berguna. Sehingga nantinya jika memang harus menjalani oplas, para ibu yang ada di WAG alumni tersbeut pastinya akan memeriksakan dulu apakah kulit mereka ada alergi akan sesuatu baik obat atau makanan atau sejenisnya.


"Dan tentunya, setelah itu, pilih dokter ahli bedah yang bagus. Gak harus mumpuni syaratnya, tapi dia harus sudah punya banyak pasien yang sukses ditangani," ucap seorang anggota WAG yang tak mau dipublikasikan namanya.