Beritahati.com, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga saat ini masih terus mengumpulkan sejumlah informasi terkait update perkembangan data terakhir terkait dampak gempa dan tsunami yang melanda Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).


Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan hingga Kamis (4/10/2018), tercatat korban meninggal dunia sebanyak 1.424 orang.


Di mana perinciannya di Donggala 144 orang, kota Palu 1.203 orang, Sigi 64 orang, Parigi Moutong 12 orang, dan Pasangkayu yang berada di wilayah di luar di Sulawesi Tengah 1 orang


Sementara sebanyak 1.047 jenazah yang berasal dari kota Palu Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi dan Parigi Moutong sudah dimakamkan, sebagian besar dimakamkan secara massal di TPU Paboya.


Sedangkan korban luka berat mencapai 2.249 orang dirawat di rumah sakit, sebagian juga di rawat di luar wilayah Palu seperti di Kota Makassar, kemudian beberapa di luar wilayah dari kota Palu. Untuk penanganan pendirian rumah sakit lapangan terus ditingkatkan, demikian juga bantuan tenaga medis dan obat-obatan.


"Luka berat tadi 2.549 orang, korban hilang 113 orang, di Pantoloan Induk 29 orang, Donggala 31 orang, Palu 4 orang, Pasar Wani 7 orang, Jalan Kijang 11 orang, jalan roja muici 4 orang, Jalan Muhammad Hatta 25 orang, patung kuda 1 orang kampung nelayan 1 orang," ujar Sutopo.


Kemudian pengungsi mencapai 70.821 jiwa yang tersebar di 141 titik, sedangkan rumah rusak 66.238 unit yaitu di 65.733 unit di Sulawesi Tengah dan 505 unit di Sulawesi Barat.


"Pendataan masih terus dilakukan baik dengan analisis satelit resolusi tinggi maupun dengan menggunakan survei lapangan dan data ini masih akan terus bergerak artinya dinamis sesuai dengan hasil yang diperoleh oleh petugas yang jumlahnya sudah lebih dari 67.000 jiwa petugas yang kita kerahkan untuk menangani tanggap darurat wilayah Sulawesi Tengah," tambahnya.