Beritahati.com, Bandung - Para pelaku industri mulai melirik perpaduan fesyen muslim dengan budaya nusantara seperti batik. Hal ini menandakan fesyen, budaya dan moderenitas dapat sinkron dengan nilai syar'i.


Seperti yang dilakukan oleh Ninies Widosari, CEO Widosari Butique. Semula dia merasa gusar dengan adanya tanggapan bahwa nilai syar'i tidak dapat bersanding dengan budaya dan moderenitas. Karena itu, Ninies menggagas kegiatan Pesona Batik Fashion Muslim Nusantara pada 6-7 Oktober 2018.


"Saya ingin memadukan batik dengan fesyen muslim. Antara budaya setempat dengan fesyen muslim," ujar Ninies di The Jayakarta Hotel Bandung, Minggu (7/10/2018).


Dalam kegiatan ini, dia mengajak para peserta yang dominan para hijabers untuk membatik bersama di sanggarnya di Kota Cimahi. Hal ini dilakukan agar para peserta bisa mendapatkan pengalaman membatik dan mendalami tradisi budaya.


Selain itu, Ninies pun menggelar diskusi dengan para hijabers untuk mengupas pandangan mereka antara dunia hijab dengan budaya. Termasuk saat perempuan muslimah menjalani perintah berbusana sesuai dengan aturan Tuhannya.


"Dalam diskusi itu juga kita bahas budaya, yakni batik itu enggak perlu kok ditabrakan dengan aturan Islam. Karena secara umum segalanya sesuai, sah saja jika tidak bertentangan dengan syariat Islam, termasuk dalam berbusana menggunakan batik," tuturnya.