Beritahati.com, Yogyakarta - Prihatin dengan kondisi bangsa Indonesia yang sering saling menghujat, seniman di Yogyakarta yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Anti Hoax (Gerah) melakukan aksi budaya dengan melarung tokoh pewayangan Sengkuni di Pantai Parangkusumo, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.


Ritual ini dipimpin oleh Agus B dan diiringi dengan tarian Larung Brahala yang dimainkan oleh tiga orang seniman tari dari Yogyakarta.


Usai melakukan ritual doa dan juga tarian Larung Brahala, para seniman ini kemudian berjalan kaki dari Cepuri menuju Pantai Parangkusumo untuk melabuh tokoh pewayangan Sengkuni.


"Melalui aksi budaya ini, rakyat Yogyakarta khususnya dan Indonesia bebas dari sifat jahat dan aksi hoax yang menggejala dalam politik dan budaya bangsa," kata Anter Asmoro Tedjo, Ketua Gerah Yogyakarta, Senin (7/10/2018).



Anter menambahkan ketika sifat kebohongan, angkara murka sebagai karakter Sengkuni tidak boleh hadir di Indonesia. Apalagi tahun ini merupakan tahun politik butuh suasana yang demokratis bukan watak licik, culas yang dipertontonkan.


"Watak licik, culas, saling adu domba akan membuat anak bangsa terpecah sehingga watak dari Sengkuni dan kawan-kawannya dijauhkan dalam demokrasi di Indonesia," ucapnya.


Tari Larung Brahala ini juga sebagai simbolisasi membuat sifat angkara murka, licik, culas, suka mengadu-adu yang sangat berbahaya dalam tahun politik ini.


"Watak buruk itu kita buang kelaut agar kedepannya agar pesta demokrasi berjalan dengan sejuk, menggembirakan, berbudaya, bermartabat dan memberikan pendidikan politik yang baik bagi masyarakat Indonesia," tutur Bondan Nusantara seniman asal Kasongan, Kabupaten Bantul.‎