Beritahati.com, Jakarta - Subdit 3 Resmob Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya menangkap RH alias R yang mengaku sebagai Staf Pribadi (SPRI) Kapolri.


“Pelaku mengaku sebagai SPRI Kapolri bermodalkan foto dirinya dengan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, serta mengaku dapat mempertemukan korban dengan petinggi Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN), dan dapat memenangkan proyek lelang bagi korban,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono, di Mapolda Metro Jaya, Selasa (9/10/2018).


Argo menjelaskan, kejadian bermula saat pengusaha AA dikenalkan kepada RH oleh seorang temannya di Depok Jawa Barat. Dan pada 30 juni korban menghubungi RH untuk bertemu guna membicarakan syarat yang harus dipenuhi untuk bisa bertemu dengan pimpinan BIN dan Polri.


"Keduanya kembali bertemu pada 5 Juli dimana tersangka meminta uang senilai Rp 1 Miliar," jelasnya.



Argo menuturkan usai pertemuan tersebut, keduanya kembali bertemu pada 10 Juli 2017 dimana korban menyerahkan tiga lembar cek dengan total Rp 1 miliar kepada RH.


“Namun setelah cek tersebut diterima dan dicairkan tersangka, hingga saat ini apa yang dijanjikan oleh tersangka RH kepada korban tidak juga terpenuhi,” lanjut Argo.


Selanjutnya korban melaporkan penipuan tersebut, pada Rabu 15 Agustus 2018 sekitar pukul 20.00. “Sekitar pukul 04.30 WIB esoknya petugas Unit 1 Subdit 3/Resmob berhasil menangkap RH di Bojongsari, Depok, Jawa Barat,” sambung Argo.


Adapun barang bukti yang diamankan, satu buah Hp merk Nokia android, satu buah Hp Nokia warna hitam, sebuah dompet warna hitam, satu buah ATM Mandiri atas nama RH, saru buah paspor BCA, satu buah SIM C atas nama RH, dan satu unit laptop merk ACER.


“Tersangka dikenakan Pasal 378 dan atau Pasal 372, dengan ancaman hukuman empat tahun,” tutupnya.