Beritahati.com, Jakarta - Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Indonesia Timur, menggelar demonstrasi di halaman Gedung Direstekdikti, Jakarta, Rabu (10/10/2018).


Aksi ini dilakukan sebagai bentuk pernyataan sikap, atas ketidakadilan yang diterima oleh ribuan mahasiswa Universitas Indonesia Timur Makassar.


Kurang lebih sebanyak 10.000 mahasiswa terancam tidak mendapatkan haknya (Perolehan Gelar Sarjana), padahal sudah menunaikan kewajiban kuliah selama kurang lebih 4 tahun.


Penyelenggaraan pendidikan yang tidak sesuai dengan standar nasional dan prakter Komersialisasi pendidikan yang terjadi di UIT Makassar ini, sudah berjalan sejak 2015, sampai sekarang.



Pelanggaran demi pelanggaran, sanksi administrasi ringan, sedang sampai berat (penghentian pembinaan), telah dikeluarkan oleh Kemenristek Dikti pada 14 Mei 2018, dan berpotensi besar berujung pada pencabutan izin Universitas pada 8 November 2018.


"Rencana pencabutan izin kampus pada bulan November, nyatanya tidak membuat pihak rektorat dan yayasan melakukan pembenahan. Kami ingin Kemenristek Dikti mengambil alih proses akademik yang ada di UIT Makassar," kata Muhtar Asis, Mahasiswa UIT Makassar.


Selain itu, mahasiswa juga menuntut pihak kampus agar menghentikan komersialisasi dan eksploitasi pendidikan, memusnahkan mafia pendidikan, dan meminta transparansi pengawasan L2DIKTI Wilayah IX.


Terakhir aksi ini mendesak Kemenristek Dikti agar mengeluarkan surat rekomendasi SK pencabutan Izin pendirian Universitas Indonesia Timur Makassar.