Beritahati.com, Makassar - Makassar Internasional Eight Festival and Forum (MIEFF) atau yang populer dengan Festival F8 2018, resmi dibuka oleh Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, pada Rabu malam (10/10), di Anjungan Pantai Losari, Makassar.


Festival ini menggabungkan semua unsur kreativitas Makassar, yang berakar kuat dalam budaya dan tradisi untuk menciptakan festival skala internasional.


Acaranya diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pemutaran video Palu Bangkit Bersama Kita, tari tradisional dan penggalangan dana untuk donasi yang akan disalurkan ke korban gempa dan tsunami di Palu, Donggala dan Sigi (Sulteng).


Dalam sambutannya, NA menyebut F8 telah menjadi event kebanggaan masyarakat Sulsel. Di tahun ketiganya, telah masuk dalam 100 Wonderful Events Indonesia.


Menurutnya kegiatan ini dipersembahkan untuk korban gempa palu, agar bisa bangkit kembali pasca gempa dan tsunami yang melanda. Sulsel akan turut serta membantu Palu bangkit kembali.


"Walaupun masih dalam suasana duka, kita hadir, ini merupakan wujud doa kita, yang masih hidup semoga diberikan ketabahan dan yang meninggal kuburannya dijadikan taman-taman surga," kata Nurdin.


Selain menyampaikan duka mendalam, Nurdin menyebut kegiatan itu mengajak untuk tidak larut dalam duka, hal ini membuat masyarakat semakin semangat untuk kembali menata hidup.


"Anak-anak kita sudah mulai, sekolah dan bermain, tentu hal ini yang kita harapkan," ujarnya.


Ia juga menyampaikan apresiasi dukungan luar biasa yang begitu peduli untuk masyarakat Sulteng yang memberikan bantuan dalam berbagai bentuk. Demikian juga Pemerintah Sulsel akan selalu memberikan dukungan dan bantuan.


Sementara, Wali Kota Makassar, Danny Pomanto mengatakan, F8 tidak hanya akan mengangkat budaya, tetapi bentuk persatuan untuk negeri.


"Baik untuk budaya, maupun kemanusiaan untuk saudara-saudara kita di Palu," sebutnya.