Beritahati.com, Jakarta - Terkait kasus guru SMA 87 Jakarta yang mengajarkan doktrin anti Jokowi, Wakil Ketua Tim Kampanye Jokowi Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding menyatakan bahwa masalah tersebut diserahkan ke Bawaslu untuk memberikan kewenangan dan hukuman.


Menurut Abdul Kadir Karding, terkait hukuman dari Bawaslu ada tahapannya, mulai dari teguran hingga tindakan. Apabila guru sudah meminta maaf, lanjutnya, maka lebih baik dimaafkan dan jangan dipecat.


"Tetapi di Indonesia itu ada tahapan-tahapannya seperti ditegur, diingatkan, kalau guru itu sudah menyampaikan permohonan maaf, ya lebih baik di maafkan, jangan dipecat, mungkin hanya sebuah kekhilafan saja," ujar Karding di Rumah Posko Cemara, Jumat (12/10/2018).