Beritahati.com, Tangerang - Lingkungan Pusat Pemerintahan (Puspem) Kota Tangerang, Jumat (19/10/2018) dikagetkan dengan bunyi sirine menyusul goncangan yang mulai berasa di gedung berlantai 5. Seketika para pegawai pun panik mencari tempat berlindung yang aman.


Tidak terkecuali Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah yang sedang memimpin rapat dengan seluruh kepala dinas di ruang Rapat Wali Kota, yang tidak ayal membuat seluruh peserta rapat berlindung di bawah meja sambil meletakkan tangan diatas bagian kepala serta leher.


Satu menit berjalan, saat situasi sudah dinyatakan aman, petugas keamanan mengarahkan Wali Kota beserta kepala dinas untuk bergegas turun dan berkumpul di titik kumpul. Begitu pun dengan para pegawai yang berada di tiap-tiap lantai, mereka bergegas turun dengan melewati jalur evakuasi sesuai arahan petugas.



Kemudian terdengar suara ledakan akibat konsleting listrik yang memicu terjadinya kebakaran dari lantai lima. Petugas BPBD dan PMI yang tiba di lokasi, langsung sigap mengeluarkan peralatan untuk memadamkan api ditambah gedung pemkot yang memang sudah dilengkapi peralatan memadai sehingga siap dengan bencana yang mungkin terjadi.


Ternyata ini semua adalah simulasi bencana yang dilakukan oleh BPBD Kota Tangerang bersama dengan PMI Kota Tangerang. Wali Kota mengatakan simulasi ini bertujuan untuk mengedukasi pegawai-pegawai dalam mengantisipasi bencana khususnya gempa bumi dan kebakaran.


"Pemerintah Kota Tangerang mencoba menggelar simulasi bencana, yang mana diikuti seluruh pegawai dan pejabat pemkot," jelas Wali Kota. Sebelum melakukan simulasi ini, Arief mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan BPBD, PMI, aparat keamanan, dan unsur lain sehingga simulasi ini tampak seperti kejadian yang sebenernya.


"Terima kasih buat semua pihak yang terlibat BPBD, PMI, dan unsur lain. Dengan kerja sama ini semoga masyarakat bisa terus belajar bagaimana sigap terhadap bencana. Namanya musibah kita gak ada yang tau, tapi tidak perlu khawatir yang penting kita sudah punya pengetahuan untuk mengantisipasinya," tambah Arief.


Ia juga tidak lupa mengingatkan masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan informasi-informasi bencana hoax yang sifatnya menimbulkan keresahan dan kerawanan ditengah-tengah masyarakat.


Kesiapan dan kesigapan petugas BPBD dan PMI yang terlibat juga mendapat apresiasi dari Arief, ia menilai petugas sudah berhasil melakukan tugasnya dan sesuai dengan skenario yang telah dibuat.