Beritahati.com, Makassar - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah hadir dalam acara Corruption Summit 2018, 23-24 Oktober 2018. Dan kegiatan yang diadakan untuk ketiga kalinya ini mengangkat tema "Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Masyarakat Sipil dalam Pemberantasan Korupsi".


Hadir tokoh nasional Mahfud MD dan Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif serta sejumlah rektor. Kegiatan ini dilaksanakan oleh KPK dan Universitas Hasanuddin.


Nurdin menyebutkan, kegiatan sangat mulia untuk menuju Indonesia yang lebih bermartabat dan berintegritas. Pengambil kebijakan juga semakin memberikan pemandangan-pemandangan lebih sejuk ditengah-tengah masyarakat.


"Kita akan mencoba mendorong pemerintahan yang betul-betul yang berintegritas," kata Nurdin Abdullah di Four Points Hotel, Makassar, Selasa (23/10/2018).


Ia berharap dengan pengawalan KPK akan mengefektifkan penggunaan anggaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Serta, peran perguruan tinggi dalam pemberantasan korupsi.


"Kami juga sudah minta tolong KPK untuk membantu membenahi aset-aset kita, aset kita ini sangat besar, bahkan banyak aset kita sudah berpindah tangan ini yang juga coba kita benahi," sebutnya.


Imbuhnya, Ia optimis pemberantasan korupsi dapat dilakukan dengan keteladanan dari pimpinan.


Sementara itu, Laode M Syarif, menyampaikan dukungan besar dari berbagai elemen masyarakat kepada KPK untuk pemberantasan korupsi.


Termasuk pemberantasan korupsi dapat dilakukan melalui kajian-kajian yang lahir dari dunia pendidikan, dari dunia kampus.


"Kita bisa melakukan kajian memberantas korupsi dan menularkan pendidikan kita dan lebih berintegritas. Oleh karena itu, KPK sadar betul tidak bisa dipikul sama sekali hanya KPK. Tetapi harus dipikul oleh seluruh bangsa," ujarnya.


Pendidikan anti korupsi dari dunia kampus juga diharapkan hadir.