Beritahati.com, Makassar - Mahfud MD menyebut saat ini jumlah kasus korupsi semakin menggila dan besar-besaran di tanah air. Mahfud pun meminta KPK harus melakukan pemberantasan korupsi pada korupsi politik.


Mahfud menyebut, sekarang di pusat dan daerah jika dirata-ratakan maka tiap minggu ada yang ditangkap KPK. Hal itu dianggap dapat menimbulkan kerugian negara.


"Lingkupnya dari pusat sampai daerah, dari tengah ke samping, dulu jarang sekali ada korupsi di daerah-daerah," kata Mahfud saat menjadi keynote speaker dalam acara Anti Corruption Summit 2018 di Makassar, Sulsel, Selasa (23/10/2018).


Menurut Mahfud, korupsi politik merupakan korupsi yang menggunakan jabatan politik baik dengan korupsi langsung maupun menggunakan pengaruh.


"Seorang pejabat tinggi ditangkap oleh KPK, berapa tangkapannya, cuma Rp 100 juta, orang ribut, kenapa menangkap ecek-ecek. Padahal dibalik seratus juta itu, ada dana ratusan miliar bisa mengalir ke dia," ucapnya.


Mahfud menyebutkan, jika pengaruhnya berhasil digunakan maka akan menimbulkan dampak kerugian negara yang lebih besar. "Sehingga saya berani mengatakan, Anda jangan menuding KPK hanya berani menangkap bupati (dengan korupsi) hanya 60 juta di Klaten," ujarnya.


Diketahui, Anti Corruption Summit yang berlangsung dari 23-24 Oktober 2018 ini mengangkat tema "Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Masyarakat Sipil dalam Pemberantasan Korupsi".


Hadir tokoh nasional yaitu Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah serta sejumlah rektor. Kegiatan ini dilaksanakan oleh KPK dan Universitas Hasanuddin.