Beritahati.com, Jakarta - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini kedatangan tamu dari tim penyidik Kepolisian Resort Kota (Polresta) Depok, Jawa Barat. Kedatangan mereka untuk keperluan kegiatan supervisi terkait penanganan kasus perkara Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).


Kasus korupsi yang dimaksud adalah proyek pelebaran Jalan Nangka, Kecamatan Tapos, Kota Depok yang menjerat Nur Mahmudi Ismail mantan Wali Kota Depok. KPK siap memfasilitasi dengan mengirimkan sejumlah ahli untuk membantu proses penyidikan kasus dugaan korupsi tersebut hingga tuntas.


"Benar KPK menerima kedatangan tim penyidik Polresta Depok, jika sekiranya mereka membutuhkan dukungan fasilitas dan ahli pasti akan kita berikan" jelas Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di Gedung KPK Jakarta, Kamis (25/10/2018).


Febri menjelaskan bahwa KPK telah menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan, mulai dari ahli hukum, ahli teknik dan sejumlah ahli lainnya yang dibutuhkan dalam penanganan perkara kasus dugaan korupsi tersebut.


Menurut Febri kegiatan koordinasi dan supervisi tersebut merupakan salah satu fungsi dan tugas KPK. KPK sebelumnya telah banyak membantu terkait penanganan kasus perkara korupsi kepada Kepolisian Negara Republik Indonesi (POLRI) dan Kejaksaan Agung (Kejagung).


Sementara itu tersangka Nur Mahmudi Isamil bersama mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok Hary Prihanto sebelumnya diketauhi telah ditetapkan statusnya sebagai tersangka oleh Polresta Depok.


Perbuatan yang dilakukan 2 tersangka tersebut diduga merugikan anggaran negara sebesar Rp 10 miliar. Selain ditetapkan sebagai tersangka, mereka juga dimasukkan dalam daftar cekal atau dilarang bepergian keluar negeri.