Beritahati.com, Lampung Timur - Warga Jakarta mungkin setiap harinya berhadapan dengan gedung-gedung tinggi pencakar langit, dan berputar terus dengan ektifitas serupa setiap harinya. Tak ada salahnya jika menyempatkan waktu libur mengunjungi Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Jalan Raya Labuhan Ratu, Kecamatan Labuan Ratu, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung.


Taman Nasional Way Kambas dibangun oleh pemerintahan Belanda pada 1937 dan merupakan taman nasional tertua di Indonesia.


TNWK mengelola kekayaan hayati yang bersifat liar baik itu flora maupun fauna yang ada di Lampung Timur dan sekitarnya, bahkan untuk wilayah Lampung secara keseluruhan. Salah satu jenis satwa liar yang dikelola intensif dan profesional adalah Gajah Sumatera, yang ditempatkan dalam sebuah wadah destinasi wisata pilihan dan dikenal dengan nama Pusat Latihan Gajah (PLG), dengan Pusat Konservasi Gajah (ECC), berdiri di TNWK pada 1980-an.


Untuk mencapai TNWK khususnya PLG cukup mudah, karena tempat tersebut berada di dalam kawasan dengan jarak 16 km dari jalan lintas timur, 9 km dari pintu gerbang Plang Ijo. Dengan menempuh waktu lebih kurang 20 menit, PLG mudah dijangkau karena telah difasilitasi dengan jalan aspal hitam kokoh yang dapat dilalui kendaraan roda dua, empat, sampai enam, termasuk truk atau bus besar.



Bahkan Pemerintah daerah setempat sudah membuat rute mudah menuju PLG, yakni dari Terminal Rajabasa Bandar Lampung bisa naik Bus Damri langsung ke Pusat Latihan Gajah, Taman Nasional Way Kambas.


Pendirian Pusat Latihan Gajah Way Kambas bertujuan untuk mengurangi konflik antara hewan gajah dengan manusia. PLG sebagai pusat konservasi gajah sumatera dengan kualitas breeding prima, berusaha menjembatani bahwa gajah bisa dijinakkan sekaligus membawa manfaat bagi manusia. Buktinya, di PLG, potensi wisata gajah ini berkembang pesat dan membuka lapangan kerja bagi warga lokal.


"Kami memberikan atraksi terbaik sekaligus promosi Taman Nasional Way Kambas, serta kampanye nasional konservasi gajah Sumatera," terang Kepala Dinas Pariwisata Lampung, Budiharto, dalam sebuah kesempatan di Taman Nasional Way Kambas.



Bahkan, di sini sudah berdiri Rumah Sakit Gajah yang tingkatannya terbesar se-Asia. Jika bicara gajah, seharusnya Thailand yang memiliki fasilitas seperti begini, bukan Indonesia. Dengan kehadiran RS Khusus Gajah ini, semakin memperkuat lagi nusaha menyempurnakan sekolah gajah yakni membentuk gajah pintar sahabat manusia yang sehat ditunjang nutrisi yang baik.


Selain gajah sumatera yang dikelola Pusat Konservasi Gajah maupun Pusat Latihan Gajah, Taman Nasional Way Kambas juga merupakan rumah bagi hewan yang sangat terancam kepunahannya, seperti Harimau dan Badak Sumatera.


Apabila warga Jakarta tertarik ingin menikmati akhir pekan dengan suasana alam atau mungkin ingin melihat gajah-gajah terlatih, bisa menjadikan Lampung Timur khususnya Taman Nasional Way Kambas sebagai destinasi wisata pilihan keluarga.