Beritahati.com, Jakarta - Badan Legislasi (Baleg) DPR RI memastikan, 55 RUU yang sebelumnya masuk Prolegnas 2019 kini sudah meningkat masuk dalam Prolegnas Prioritas 2019. Perinciannya, 43 RUU Prolegnas 2018 dan 12 RUU baru.


Dari 55 RUU yang masuk Prolegnas Prioritas 2019, sudah termasuk 12 RUU baru, yaitu :


7 RUU Usulan DPR:
1. RUU tentang Perubahan atas UU No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
2. RUU tentang Energi Baru dan Terbarukan
3. RUU tentang Perubahan atas UU No 12/2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan
4. RUU tentang Perubahan atas UU No 24/2007 tentang Penanggulangan Bencana
5. RUU tentang Permusikan
6. RUU tentang Keamanan dan Pertahanan Siber
7. RUU tentang Perubahan atas UU No 17/2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan


4 RUU Usulan Pemerintah:
1. RUU tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara
2. RUU tentang Hukum Acara Perdata
3. RUU tentang Perlindungan Data Pribadi
4. RUU tentang Wabah


Satu RUU Usulan DPD:
1. RUU tentang Bahasa Daerah


Hal tersebut disampaikan Ketua Baleg DPR RI Supratman Andi Agtas dalam rapat paripurna DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (31/10/2018).


Salah satu RUU yang masuk Prolegnas Prioritas 2019 adalah RUU Permusikan, yang diperjuangkan para musisi tanah air untuk memperbaiki standarisasi dunia permusikan Indonesia yang dinilai carut marut tanpa regulasi yang jelas.


Musisi sekaligus Anggota Komisi X DPR RI, Anang Hermansyah menyambut syukur dengan masuknya RUU Permusikan dalam Prolegnas Prioritas 2019.


"Ya ini saya bener-bener bersyukur, karena apa yang diperjuangkan selama ini tidak sia-sia. Dunia musik tanah air harus punya regulasi yang jelas, yang memayungi semua insan musik," terang Anang kepada Beritahati, Rabu (31/10/2018).


Menurut Anang, jika nantinya RUU tersebut sudah disahkan menjadi UU, tentunya akan diikuti dengan politik kebijakan yang jelas dari pemerintah untuk memayungi sebaik-baiknya seluruh insan musik tanah air ini.


Dengan UU Permusikan, menurut Anang, banyak permasalahan bakal mendapat solusi atau bukan tidak mungkin bisa diselesaikan. Contohnya yang paling sulit ditaklukkan adalah masalah pembajakan dan royalty bagi musisi yang selama ini memang rumit untuk diselesaikan.


"Pastinya politik kebijakan akan mengikuti nantinya. Banyak masalah bisa selesai atau minimal ada solusinya. Jadi sekali lagi ini benar-benar kabar gembira, dan awal luar biasa sebuah perjuangan. Saya bersama teman-teman musisi dan seniman lainnya di DPR RI akan kawal terus RUU Permusikan sampai disahkan menjadi undang-undang," pungkasnya.