Beritahati.com, Jakarta - Kota Semarang terkenal karena Kota Tua yang memiliki bangunan bergaya kolonial Belanda, sama seperti Jakarta. Semua bangunan tersebut merupakan saksi bisu perjalanan ibukota Jawa Tengah ini. Dari sekian banyak bangunan tua, beberapa sudah dialihfungsikan menjadi bangunan pemerintahan atau privat.


Tapi ada juga yang difungsikan menjadi tempat wisata. Sangat menarik, karena tak hanya sekedar cantik dan megah, bangunan-bangunan tersebut kaya akan nilai sejarah yang dapat digunakan sebagai wahana edukasi. Wisata edukasi Kota Semarang, cocok sekali, bukan?


Penasaran tempat apa saja di Semarang yang bisa kunjungi sekaligus menggali ilmu?


1. Lawang Sewu


Lawang Sewu merupakan salah satu landmark terpopuler di Semarang. Dinamakan Lawang Sewu karena bangunan bekas kantor administrasi NIS (Nederlandsch–Indische Spoorweg), sebuah perusahaan kereta api swasta pada masa Hindia Belanda, ini memiliki pintu yang sangat banyak. Selain fungsi vital Lawang Sewu sebagai sebuah kantor administrasi, terdapat beberapa ruangan yang memiliki fungsi khusus. Penjara bawah tanah dan ruang penyiksaan yang menjadi saksi bisu kekejaman penjajah Belanda sebelum Indonesia mengikrarkan kemerdekaan.


Karena bangunannya yang kuno nan megah ditambah adanya ruangan-ruangan tambahan seperti di atas, tidak jarang masyarakat yang menganggap Lawang Sewu penuh dengan kesan mistis. Namun demikian, pengunjung dari dalam maupun luar Semarang seperti tidak ada habisnya datang mengunjungi tempat bersejarah ini di berbagai kesempatan.


2. Museum Kereta Ambarawa


Masih bertemakan kereta api, Museum Kereta Api Ambarawa merupakan salah satu destinasi wisata edukasi dan sejarah di Semarang. Dulunya, stasiun ini merupakan tempat singgah dari kereta uap yang mengangkut para tentara Belanda ke Semarang. Sejak 8 April 1976, tempat ini beralih fungsi menjadi sebuah museum dengan koleksi awal 21 lokomotif.


Saat ini, pengunjung dapat melakukan perjalanan menggunakan kereta uap kuno berusia ratusan tahun atau kereta diesel yang sedikit lebih modern. Terdapat dua rute perjalanan yang dapat kamu pilih. Rute Ambarawa menuju Tuntang menyajikan pemandangan gunung dan juga Rawa Pening. Sementara rute kedua yang melintasi Ambarawa dan Bedono menyajikan lintasan berbukit dengan latar gunung Ungaran dan Merbabu.


3. Kelenteng Sam Poo Kong


Bergeser dari bangunan khas kolonial Belanda, destinasi berikutnya merupakan bukti peninggalan dan perkembangan budaya Tiongkok di Indonesia. Lokasi Kelenteng Sam Poo Kong berdiri dipercaya sebagai tempat singgah pertama dari Laksamana Tiongkok muslim bernama Laksanama Cheng Ho. Dibangun pada tahun 1724, bangunan kelenteng ini bertujuan sebagai tempat pemujaan terhadap sang Laksamana yang dianggap oleh para keturunan Tiongkok sebagai leluhur asli mereka.


Kompleks bangunan seluas 3,7 hektar ini didominasi warna merah dengan sejumlah lampion bergantungan di beberapa sisi kelenteng. Meskipun memiliki fungsi sebagai tempat peribadatan, Kelenteng Sam Poo Kong menyambut para tamu yang ingin tahu sejarah kaum peranakan. Kamu pun dapat berburu gambar di seputar kelenteng atau mencoba pakaian khas Tiongkok yang disewakan di sana. Tentunya dengan tetap menjaga kesopanan mengingat fungsi utama kelenteng sebagai tempat ibadah.


Selain tiga bangunan bersejarah di atas, Semarang juga memiliki bangunan kuno yang kini dimanfaatkan menjadi gedung kantor sejumlah badan usaha maupun perusahaan. Menyatu apik dengan desain kota, bangunan-bangunan tersebut memberi kesan yang berbeda bagi para pengunjung Semarang.