Beritahati.com, Jakarta - Wakil Ketua DPR dari Fraksi PAN, Taufik Kurniawan ditahan KPK terkait kasus suap penetapan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Kebumen. Sebagai tersangka, ia diduga kuat sudah menerima suap sebesar Rp3,65 miliar dari Muhamad Yahya Fuad selaku Bupati Kebumen nonaktif.


Berkaitan dengan statusnya saat ini, kabarnya Taufik sudah dinonaktifkan oleh PAN, disusul pencopotan posisinya sebagai pimpinan DPR (Wakil Ketua DPR).


Sekjen PAN Eddy Soeparno memastikan pencopotan jabatan Taufik di DPR beserta status kepartaiannya kepada wartawan, Jumat (2/11/2018).


Taufik akan langsung diproses Pergantian Antar Waktu (PAW), namun mengenai penggantinya, Eddy menyerahkan semuanya pada kebijaksanaan serta pilihan partai.


"Akan diproses pergantian pimpinan DPR dan PAW Taufik Kurniawan di DPR RI," ujar Eddy.


Pada bagian lain, Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN Dradjad Wibowo, informasi nonaktifnya Taufik sampai PAW belum final. PAN sendiri menurut Drajad masih membahasnya secara internal. Menurutnya, kurang etis bicara penonaktifan sampai PAW saat ini. Namun dirinya juga tak memungkiri, jika sudah ditahan KPK, pasti opsinya teramat sangat terbatas.


KPK menetapkan Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan dari Fraksi PAN serta Ketua DPRD Kabupaten Kebumen Cipto Waluyo dari Fraksi PDI-P sebagai tersangka. Untuk Taufik, dia diduga menerima sekurang-kurangnya Rp3,65 miliar dari Yahya Fuad selaku Bupati Kebumen. Dia memberikan suap itu kepada Taufik terkait perolehan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik pada APBN-P 2016.