Beritahati.com, Jakarta - Sebuah klip video yang ditayangkan akun YouTube ViralHog yang diunggah pada 2 November 2018, menjadi perbincangan hangat dan cukup viral di Twitter kala diunggah kembali oleh akun Twitter @ziyatong. Video apa itu?


Video tersebut terjadi pada 19 Juni 2018 di Magadan Region, Russia, mengisahkan bagaimana seekor beruang coklat betina bersama anaknya (mommy bear and bear cub) mendaki bukit salju. Yang membuat penonton video takjub adalah bagaimana anak beruang kelihatan berjuang berkali-kali untuk mendaki bukit tersebut.


Namun kisah ini jadi menarik saat disadari oleh penonton video, bahwa ada drone yang memang sengaja mengabadikan momen tersebut dan mirisnya, kehadiran drone itu diduga menakuti mommy bear dan anaknya. Sehingga, si induk beruang nampak tidak konsen apakah akan menolong baby bear atau mengusir drone tersebut. Sedangkan di sisi lain, bear cub berjuang mati-matian untuk bisa mendaki bukit salju tersebut dibawah raungan suara drone.


Video berdurasi 2.47 menit itu ditonton 664.473 orang, mendapat 1.500 likes, 1.500 dislike untuk tayangan YouTube. Sedangkan di Twitter, video tersebut mendapat 185.796 retweet, 518.599 likes, dan 6.788 komentar dari netizen.


Rata-rata seluruh komentar menyalahkan kehadiran drone yang dinilai menakuti mommy bear dan anaknya tersebut, kemudian berakibat pada gagal fokusnya baby bear untuk mendaki hingga puncak bukit salju.



Akun twitter @EdwardJH3 menulis 'Bear and bear cub terrified by an invasive drone. Situation nearly ends in tragedy. We shouldn't encourage this type of inconsiderate harassment of wildlife.'


Sedangkan akun YouTube Mr Rangar menulis komentar pendek cukup keras, 'your drone scared them you morron.'


Para ahli dari Amerika Serikat (AS) ternyata ikut menyalahkan operator pesawat tak berawak (drone) karena menakut-nakuti sang ibu beruang dan anaknya untuk mengambil jalan berbahaya yang justru dapat mengorbankan beruang muda itu.


Sampai saat ini, belum diketahui pasti siapa yang mengoperasikan drone tersebut dan dari arah mana pengendaliannya.


"Tidak masalah seberapa jauh itu, karena saya dapat mengetahui dari perilaku beruang itu bahwa itu terlalu dekat," kata Clayton Lamb, seorang sarjana dari University of Alberta, yang mempelajari beruang dan menggunakan drone untuk memetakan wilayah mereka. di Canadian Rockies, seperti dilansir The Telegraph, Selasa (6/11/2018).


Sophie Gilbert, seorang ahli ekologi di University of Idaho menambahkan, kejadian di dalam video menggambarkan kurangnya pemahaman yang sangat jelas dari operator pesawat tak berawak tentang efek tindakannya terhadap kedua beruang.


Bahkan beberapa operator drone dibuat kecewa juga dengan rekaman amatir itu.


"Sebagai pilot pesawat tak berawak, rekaman ini membuat saya marah. Pilot harus berpikir tentang bagaimana mereka mempengaruhi dan berpotensi membahayakan apa yang mereka amati," kata Jonathan Eugster.


Vicki Felmlee, seorang operator drone FAA mengatakan, ada aturan ketat dan banyak undang-undang negara tentang pelecehan satwa liar dengan cara apa pun, termasuk drone. Dan kejadian yang menimpa mommy bear dan anaknya itu dinilai benar-benar buruk pada operator drone.


"Tidak ada alasan untuk masuk begitu dekat, tidak sama sekali," ujar Felmlee.


Setelah ditelusuri, akun twitter @ziyatong yang mem-posting ulang clip tersebut adalah Ziya Tong, presenter TV Kanada kelahiran Inggris, yang pernah menjadi host acara "Daily Planet" Discovery Channel.


Dirinya banyak mengedukasi sekaligus mendesak orang-orang agar lebih memiliki kesadaran di sekitar pembuatan film tentang binatang di alam liar.