Beritahati.com, Jakarta - Polres Metro Jakarta Barat (Jakbar) menangkap 25 preman yang dibayar oleh salah satu pihak untuk menduduki tanah sengketa di wilayah Kalideres, Jakbar.


"Korban (pelapor) punya surat kepemilikan tanah. Ada orang yang disuruh oleh orang lain yang diduga juga mengaku sebagai pemilik tanah untuk menduduki," ucap Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Edi Suranta Sitepu kepada wartawan, Rabu (7/11/2018).


Ternyata ada dua lokasi dengan nama pemilik berbeda yang dilaporkan kepada polisi telah diduduki preman yang dibayar pihak lain. Pelapor pertama atas nama Indra Tjahaja Zainal daerah Bulak Sereh, Kalideres, lalu pelapor kedua atas nama Setia Budi, utnuk tanah daerah Daan Mogot, Kalideres, Jakarta Barat.


Reskrim Polres Jakbar langsung turun ke lapangan menangkap 15 preman dari Bulak Sereh dan 10 preman dari Daan Mogot. Sehingga total yang diamankan ada 25 preman pada Selasa, 6 November 2018, kemarin.


"Para pelaku menduduki secara melawan hukum sebidang tanah di lokasi tersebut, masuk ke lokasi dengan cara merusak pagar. Kemudian menduduki lahan tersebut dengan membangun bedeng sebagai tempat tinggal," ujar Edi lagi.


Para preman itu kabarnya telah lama menduduki tanah-tanah itu, namun pihak kepolisian mengaku masih akan mendalami kasus ini, jadi belum bisa merilis statement lebih jauh.


Para pelaku yang menduduki tanah secara sepihak dengan cara merusak pagar, dikenakan pelanggaran Pasal 170 KUHP tentang melakukan kekerasan terhadap orang atau barang secara beramai-ramai.


Selain itu, turut diamankan sejumlah barang bukti seperti plang tanda kepemilikan, serpihan pagar pembatas tanah yang dirusak para preman agar bisa menerobos masuk, palu besar, berikut linggis untuk merusak pagar tersebut.