Beritahati.com, Jakarta - Sejak tidak diizinkannya Diskusi bertajuk 'Syiar dan Silaturahim Kekhalifahan Islam Se-Dunia 1440 H' yang sedianya digelar Masjid Az-Zikra, Sentul, Bogor, pada Sabtu, 17 November 2018 lalu, bermunculan gerakan-gerakan yang coba menggantikan acara diskusi yang gagal tersebut.


Berdasarkan pantauan Forum Indonesia Bersatu (FIBER), sejak Sabtu-Minggu, 17-18 November 2018 kemarin, kawasan Silang Monas kedatangan kelompok-kelompok kecil yang diduga kuat pengikut HTI peserta diskusi khilafah, yang coba untuk terus membagikan selebaran-selebaran berisi propaganda kepada masyarakat Jakarta, mengenai sistem pemerintahan khilafah yang diusung dalam Diskusi 'Syiar dan Silaturahim Kekhalifahan Islam Se-Dunia 1440 H'.


Namun kepolisian juga sudah mengantisipasi berpindahnya kelompok-kelompok kecil ini dari Az-Zikra Bogor, ke Jakarta, dengan topik acara baru, 'Tamasya Khilafah'. Sehingga saat hendak menghentikan kendaraan-kendaraan pribadi yang melintas di silang Monas, orang-orang berpakaian hijau-putih yang berasal dari luar Jakarta, langsung dihentikan petugas.


"Ini sudah terang-terangan menyebar ajakan makar dari ideologi bangsa ini yaitu Pancasila, dan hal-hal seperti ini harus ditumpas," ujar Ketua Umum (Ketum) FIBER, Tirtayasa melalui kutipan pernyataan resminya, Senin (19/11/2018).



(sayap-sayap HTI dari Khilafatul Muslimin yang diduga coba memindahkan acara dari Bogor ke Monas secara diam-diam)


Seperti diketahui, FIBER juga merupakan elemen masyarakat yang memberi dukungan kepada Polresta Bogor untuk menolak keluarkan izin bagi acara diskusi khilafah di Masjid Az-Zikra.


"Saya tekankan sekali lagi, kami tidak mentolerir segala bentuk usaha-usaha dari sisa-sisa orang HTI, ormas yang telah dibubarkan pemerintah, menjejali ideologi khilafah atau sejenisnya dengan tujuan mengganti Pancasila. Ini usaha menuju makar, sehingga kami menyatakan perang terhadap mereka ini yang mencoba mengganti ideologi Pancasila dengan khilafah," kata Tirtayasa melanjutkan pernyataannya.


Tirtayasa lalu mengajak masyarakat agar mengedepankan narasi kebangsaan yakni JAGA INDONESIA. Maksudnya adalah, jaga Indonesia ini, menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari orang-orang HTI yang terus berusaha melakukan makar, kemudian menjaga Pancasila sebagai ideologi bangsa yang sudah final alias harga mati tak bisa ditawar lagi.


"Jaga Indonesia, narasi itu yang harus dikembangkan sama-sama. Harusnya orang Indonesia jaga negaranya, tapi ini koq malah ada yang tinggal di Indonesia, mau hirup udara Indonesia dan cari makan di Indonesia, tapi tidak terima Pancasila. Jangan mengacau di sini, jangan tinggal di Indonesia, begitu lebih baik," tandasnya.


Sementara itu, Yayasan Az Zikra sendiri sudah merilis klarifikasi kepada publik bahwa mereka hanya sebagai penyedia tempat yang disewa oleh panitia penyelenggara acara diskusi khilafah tersebut, yakni dari Khilafatul Muslimin.


"Sebetulnya kegiatan khilafatul muslimin itu dilakukan oleh majelis khilafatul muslimin yang rencananya akan dilakukan pada tanggal 17-18 ini. Nah cuma kan dari awal kami hanya sebagai penyedia tempat. Jadi beliau itu panitia adalah menyewa tempat kita, Az-Zikra Sentul ini. Dan itu biasanya seperti kegiatan semula ya. Kami tidak pernah ada pembatalan, menolak siapa pun yang akan mengadakan aktivitas di sini karena kita adalah tempat untuk umum," kata Kepala Divisi Marketing Yayazan Az-Zikra, Muhammad Jaiz seperti dikutip dari detikcom, Sabtu (17/11/2018).


Namun begitu, Yayasan Az Zikra melalui Muhammad Jaiz juga mengatakan, bukan pihaknya yang membatalkan acara, namun karena ini menyangkut penggalangan massa yang sangat besar, sehingga butuh izin kepolisian. Dan seperti diketahui, polisi tidak mengeluarkan izin tersebut.


Sebelumnya, Kapolres Bogor AKBP AM Dicky Pastika Gading menegaskan, pihaknya tidak akan mengeluarkan izin diskusi khilafah tersebut. Dan bila panitia bersikeras menyelenggarakan acara tersebut di Bogor, pihaknya akan menyiagakan 1.000 personel untuk mencegah terjadinya konflik.


"Kita sudah koordinasi dengan Ketua Yayasan Az-Zikra karena kemarin sudah dibatalkan dan kemudian juga sudah disebarluaskan baik melalui media sosial maupun media online. Kita di sini cuma sebatas mengantisipasi apabila memang ada yang datang itu kita imbau bersama dengan panitia yayasan segera pulang," kata Kepala Bagian Operasi Polres Bogor Kompol Ahmad Faisal.