Beritahati.com, Jakarta - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sempat melakukan pemeriksaan terhadap Rendra Kresna, Bupati Malang, Jawa Timur. Meskipun sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka, namun Rendra Kresna dalam kesempatan kali ini diperiksa sebagai saksi terkait kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), berupa suap atau gratifikasi.


Kabiro Humas KPK Febri Diansyah menjelaskan penyidik KPK sempat bertanya kepada Rendra, terkait pemberian sejumlah imbalan atau commitment fee yang diduga berasal dari sejumlah rekanan di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang.


"Yang bersangkutan (Rendra Kresna) sempat dikonfirmasi penyidik KPK dengan sejumlah tersangka lainnya, dengan tujuan untuk mendalami terkait pemberian sejumlah commitment fee dari beberapa rekanan, dalam proses pengadaan barang dan jasa pada Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Malang yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran (TA) 2010-2011," jelas Febri, di Gedung KPK Jakarta, Selasa (4/12/2018).


Febri menjelaskan bahwa Rendra dalam kesempatan ini diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi, untuk tersangka Eryk Armando Talla. Selain itu KPK juga memeriksa seorang lainnya yaitu Ricky Meinardhy, Kepala Bagian (Kabag) Administrasi Pembangunan Kabupaten Malang.


Sebelumnya penyidik KPK telah menetapkan Rendra Kresna sebagai tersangka, bersama satu pengusaha lainnya, Ali Murtopo. Rendra diduga telah menerima suap dari Ali sebesar Rp 3,45 miliar, terkait penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pendidikan pada Dinas Pendidikan Kabupaten Malang.


Kemudian KPK juga kembali menetapkan Rendra dan pihak swasta Eryk Armando Talka sebagai tersangka dalam kasus dugaan menerima gratifikasi. Rendra diduga menerima gratifikasi Rp 3,55 miliar, terkait sejumlah proyek dari beberapa Dinas terkait lainnya di Kabupaten Malang.