Beritahati.com, Jakarta - Sebelum memelihara seekor pitbull, seseorang harus mengetahui 5 (lima) hal di bawah ini, agar nantinya, jika sudah memiliki anjing jenis ini dapat menggunakannya untuk keperluan kebaikan saja. Berangkat dari kasus pitbull bernama Jecky milik Ho Andry yang diperintahkan si pemilik untuk menyerang seorang anggota Satuan Pengamanan (Satpam) bernama Suhermawan di sebuah kompleks perumahan di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kamis (12/12/2018) yang lalu.


Berdasarkan pengakuan Suhermawan, Jecky diperintahkan pemiliknya, Ho Andry untuk menyerang dirinya hingga menderita luka-luka menganga di semua bagian wajah dan kepala.


Berikut 5 hal yang harus dipahami seseorang tentang pitbull :

Pitbull Dilahirkan Untuk Bertarung
Anjing pitbull terrier lahir dari hasil persilangan antara ras Terrier dan English Bull Dog. Campuran keduanya menghasilkan karakter mental dan fisik yang kuat, sangat aktif, dan setia kepada majikan. Pitbull banyak dijadikan anjing umpan untuk berburu beruang, dengan kata lain sebenarnya bukan umpan, tapi dia yang akan mencari dan bertarung dengan beruang itu sebelum dilumpuhkan oleh majikannya. Di Indonesia bahkan pitbull banyak diadu dengan babi hutan. Bahkan di kalangan mafia di AS, dulunya pitbull digunakan untuk melumpuhkan anjing-anjing Herder K-9 milik kepolisian yang sedang mengejar mereka.


Pitbull Terlahir Sebagai Anjing Determinan
Sifat inilah yang membuat pitbull sulit melepas gigitannya terhadap sebuah obyek. Coba lihat jika anjing-anjing ini sedang latihan menggunakan ban mobil bekas, sulit sekali melepaskan ban bekas itu dari cengkeraman gigitannya. Selain karena rahang mereka kuat, juga karena sifat pitbull yang berambisi menyelesaikan apa yang dia mulai juga sangat kental. Jadi, bagi pemilik pitbull, jangan asal memerintahkan yang tidak benar kepada pitbull atau nanti ada yang bakal dirugikan. Untuk diketahui, kekuatan gigitan rahang pitbull mencapai 1,2 ton.


Pitbull Memang Ganas Tapi Penyayang
Menurut studi yang dilakukan pada 2001, pitbull termasuk satu dari lima anjing ras yang emosinya paling stabil di Amerika Serikat. Artinya begini, jika dilatih dengan baik, anjing ini akan menjadi teman bermain yang aman dan jinak bagi anak-anak. Banyak sekali anak-anak yang selalu bermain-main dengan pitbull atau si pitbull menjadi penjaga si anak kecil.


Pitbull Anjing Setia Kepada Majikan
Pitbull memiliki sifat determinan, itu berkaitan dengan kesetiaan juga. Jika dia sudah dipelihara dengan baik, pitbull akan setia kepada si pemelihara dan menuruti semua perintahnya serta menjaganya beserta seluruh keluarganya juga. Dan salah satu yang menyulitkan di sini adalah, sifat setia dan determinan pitbull ini membuatnya sulit dikontrol oleh orang lain selain majikannya sendiri.


Pitbull Tidak Lebih Agresif Dibanding Golden Retriever dan Beagle
Berdasarkan "The American Temperment Testing Society", anjing pitbull diklaim tidak lebih agresif dari Golden Retriever dan Beagle. Wow ! bukannya terbalik nih? tapi itulah kenyataannya. Akan tetapi dengan satu syarat, ia harus diberi pelatihan dan sosialisasi yang cukup sejak kecil hingga dewasa (oleh majikannya) untuk mencegah kecenderungan menjadi anjing yang agresif. Sehingga, seekor pitbull yang terlatih dapat menjadi anjing pekerja yang baik bahkan menjadi anjing untuk terapi, akrab dengan anak-anak, bahkan bisa pula menjadi anjing pendamping bagi balita.


Nah, oleh karena itu, untuk kasus pitbull Jecky menyerang Suhermawan, ini bisa diklaim sebagai kelalaian yang disengaja dari pemiliknya. Sifat pitbull yang setia dan penurut kepada majikannya membuat Suhermawan menderita. Dan dengan sifat determinan seekor pitbull, sulit memerintahkannya kembali untuk menghentikan serangan, karena sifat determinan itu membuat pitbull berambisi menyelesaikan apa yang sudah dimulainya baik itu dengan atau tanpa perintah. Dan dalam kasus ini, Jecky menyerang Suhermawan atas perintah tuannya sendiri, Ho Andry (menurut Suhermawan).


Sebelumnya diberitakan bahwa, Suhermawan, personel Satuan Pengamanan (Satpam) yang diserang seekor anjing pitbull, akhirnya melaporkan pemilik anjing, Ho Andry, ke Polres Jakarta Pusat dan minta segera diproses.


"Baru saja dilaporkan, akan kita proses," kata Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Roma Hutajulu kepada wartawan, Selasa (18/12/2018).


Secara terpisah, kuasa hukum Suhermawan, Azam Khan mengatakan bahwa usai insiden penyerangan, kliennya langsung menjalani pemeriksaan setelah membuat laporan di Polres Jakarta Pusat. Suhermawan juga menyerahkan sejumlah barang bukti terkait laporannya tersebut.


Kejadian bermula saat Suhermawan bertugas di salah satu perumahan di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kamis (12/12/2018) pukul 05.00 WIB dini hari. Suhermawan saat itu melihat Ho Andry membawa anjing pitbull tanpa diikat dan dirantai.


Suhermawan lalu mengingatkan Ho Andry untuk menjaga anjingnya karena banyak anak sekolah yang bakal lewat. Alih-alih merantai anjingnya, Ho Andry malah menantang Suhermawan.


"Habis itu ditegurlah sama Suhermawan ini. Hei kamu tuh bahaya, sebentar lagi banyak anak-anak kecil yang sekolah dan olahraga. Jadi kalau kamu tidak rantai (anjing), itu bahaya. Malah dia nantang, malah mengata-ngatai Suhermawan. Dihampirilah dia oleh Suhermawan. Kamu dikasih masukan, malah gini. Suhermawan langsung didorong Ho Andry. Korban ini didorong (pemilik pitbull)," ujar Azam menirukan ucapan Suhermawan.


Azam lanjut menuturkan, akibat didorong Ho Andry, Suhermawan terjatuh. Dan seketika itu juga, bukannya langsung pergi atau meminta maaf kepada Suhermawan, Ho Andry malah memerintahkan dengan isyarat kepada si pitbull untuk menghabisi Suhermawan. 


Dan seperti sudah diketahui secara umum, seekor pitbull adalah anjing yang sangat setia kepad perintah tuannya dan juga memiliki hasrat membunuh yang tinggi. Sehingga setelah mendapat perintah dari tuannya, pitbull tersebut langsung menggulung tubuh Suhermawan sambil berputar-putar (dengan menggigit).


Saat Suhermawan diserang, Ho Andry meneriaki Suhermawan agar minta maaf kepada dirinya agar serangan anjing pitbull itu berhenti. Suhermawan tak tahan dan minta maaf, namun seperti dikatakan tadi, hasrat membunuh pitbull sangat tinggi, sehingga serangannya malah menjadi-jadi.


Suhermawan akhirnya tak berdaya dalam serangan mematikan dari pitbull tersebut, yang mirisnya, Ho Andry sendiri sebagai tuannya tak bisa menghentikan serta merta anjingnya untuk menghentikan serangan. Tidak terima dengan perlakuan Ho Andry, Suhermawan menempuh jalur hukum dengan melaporkan Ho Andry, si pemilik pitbull ke Polres Jakarta Pusat dengan nomor laporan 2077/K/XII/2018/RESTROJAKPUS.