Beritahati.com, Surabaya - Gubernur Jatim Soekarwo mengatakan Pemprov Jatim telah melibatkan pelajar sekolah di tingkat SMK dan SMA dalam upaya pemberantasan korupsi di Jatim.


“ Selain SMK dan SMA, kami juga melibatkan ulama juga dalam pemberantasan korupsi,”ungkap mantan sekdaprov Jatim ini disela-sela peringatan hari anti korupsi di Surabaya, Jumat (21/12).


Dijelaskan oleh Soekarwo, dengan dilibatkan ulama karena integritas itu menyangkut hati dan batin. “ sedangkan untuk SMA dan SMK membangun pendidikan anti korupsi,” imbuhnya.


Diterangkan oleh pria asal Madiun ini, Pemprov Jatim juga melakukan berbagai upaya untuk memberantas korupsi. Seperti penandatanganan komitmen bersama program pencegahan korupsi dengan Bupati/Walikota se-Jatim dan Ketua DPRD, melakukan kerjasama dengan aparat penegak hukum membangun sistem membentuk komite advokasi daerah anti korupsi, serta pencegahan terjadinya korupsi di sektor swasta.


“Ternyata hampir semua proses korupsi diikuti oleh sektor swasta. Ini hasil penemuan kejaksaan dan kepolisian,” ujarnya.


Dijelaskan oleh Soekarwo penguatan integritas menjadi upaya memberantas korupsi. Sebab yang menjadi permasalahan besar dalam korupsi di Jatim adalah masalah integritas. Semua sistem yang dibangun pemerintah harus diperkuat dengan integritas.


“Hampir semua kasus korupsi bukan di pelayanan pemerintah pada masyarakat, tetapi antara lingkaran di dalam lingkungan pengambilan keputusan. Integritaslah yang harus diperkuat untuk memberantas korupsi ini,” tandas mantan Sekdaprov Jatim ini.