Beritahati.com, Jakarta - Tim Kampanye Daerah (TKD) Joko Widodo-Ma'ruf Amin (Jokowi-Ma'ruf) Jawa Barat paham betul peran kaum ibu alias perempuan menjadi hal yang tak terpisahkan dalam kehidupan. Bahkan berkontribusi turut memperjuangkan kemerdekaan.


Karena itu, sangat layak menjadikan kaum hawa sebagai garda terdepan, terutama dalam melawan kabar bohong (hoaks) dan fitnah yang marak bermunculan jelang Pemilihan Presiden (Pilpres), April 2019 mendatang.


"Mereka (kaum Ibu) sudah menyatakan siap menolak hoaks dan fitnah serta menjadikan proses demokrasi ini berjalan riang gembira," ujar Sekretaris TKD Jokowi-Ma'ruf Jabar Abdy Yuhana di sela-sela kegiatan Senam Bersama Dalam Rangka Peringatan Hari Ibu di kawasan Jalan Ir Soekarno, Kota Bandung, Sabtu (22/12/2018).


Sedikitnya ribuan perempuan ambil bagian dalam kegiatan ini. Abdy berharap, perempuan pendukung Jokowi-Ma'ruf berperan aktif memerangi hoaks dan fitnah yang dialamatkan kepada Jokowi-Ma'ruf. Baik itu terjun langsung ke masyarakat maupun melalui media sosial (medsos) yang kini banyak digunakan untuk menyebarkan hoaks dan fitnah tersebut.


Abdy mencontohkan, kabar yang menyebutkan tingginya harga-harga kebutuhan pokok sebagai hoaks dan fitnah untuk Jokowi-Ma'ruf. Padahal, kata Abdy, harga-harga kebutuhan pokok di pasaran kini masih terbilang wajar dan terjangkau.


"Tadi ibu-ibu testimoni bahwa dengan uang Rp50.000, mereka masih bisa beli kebutuhan pokok yang bergizi. Rp10.000 bisa beli tahu tempe, Rp26.000 bisa beli telur sekilo, Rp10.000 cabai. Artinya, yang selama ini disampaikan bahwa dengan Rp50.000 tidak bisa beli apa apa, itu hoaks," tegas Abdy.


Selain itu, dia katakan, kaum perempuan di Jabar juga akan menjadi benteng terdepan dalam suksesi Jokowi-Ma'ruf di Jabar. Dia sampaikan, dari target kemenangan Jokowi-Ma'ruf yang dipatok 60 persen, pihaknya memasang target 70 persen dari suara perempuan.


"Pemilih perempuan di Jabar itu jumlahnya hampir sama dengan laki-laki, sekitar 16,5 juta pemilih. Kita targetkan, 70 persen perempuan di Jabar memilih Pak Jokowi dan Ma'ruf Amin," pungkasnya.


Sementara itu, Ketua Pelaksana Senam Bersama Ineu Purwadewi Sundari menyampaikan kegiatan ini mengusung tema "Perempuan Jawa Barat BerSATU untuk NKRI". Kegiatan ini sebagai bentuk apresiasi terhadap perjuangan para perempuan, khususnya di Jabar.


"Kaum ibu ini memiliki peranan penting dalam kemajuan bangsa. Ibu juga merupakan sekolah utama bagi anak-anak sekaligus sebagai tiang negara yang menjadi modal dalam membangun negara melalui keluarga," ujar Ineu.


Ujar perempuan yang juga anggota TKD Jokowi-Ma'ruf Jabar dan Ketua DPRD Jabar ini mengatakan dalam tiga bulan ke depan, para perempuan pendukung Jokowi-M'ruf di Jabar akan bergerak masif. Nantinya menggalang dukungan demi memenangkan pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut 01 itu.


"Suara perempuan ini tidak bisa diabaikan. Terlebih, perempuan lebih tekun dan loyal serta memiliki semangat tinggi dalam rangka memenangkan Pilpres dan Pileg (Pemilihan Legislatif) 2019 mendatang," kata Ineu.


Ineu menambahkan, dalam kegiatan yang dimeriahkan Lomba Senam Jokowi, Flash Mob, hingga layanan pemeriksaan kesehatan gratis ini, pihaknya juga memberikan apresiasi berupa penghargaan kepada keluarga dua tokoh perempuan di Jabar, yakni Ibu Dewi Sartika dan Ibu Inggit Garnasih atas dedikasi dan perjuangannya terhadap bangsa ini.


Di tempat yang sama, Dewan Pembina Partai Golongan Karya (Golkar) Agung Laksono mengatakan, kegiatan ini sebagai perwujudan dukungan kaum perempuan di Jabar terhadap kepemimpinan Presiden Jokowi.


Agung berharap, gerakan perempuan di Jabar ini menjadi motivasi bagi masyarakat luas agar tidak gentar menghadapi berbagai tantangan jelang Pilpres 2019 nanti. Agung yakin, dengan peran perempuan yang maksimal, Jokowi-Ma'ruf menjadi pemenang Pilpres 2019 di Jabar.


"Saya yakin karena tingkat loyalitas ibu-ibu kepada Jokowi ini amat tinggi, mereka juga tidak banyak bicara. Saya percaya, jika perempuan ini mengambil posisi lokomotif, kemenangan Pak Jokowi di Jabar akan signifikan," ujar Agung.