Beritahati.com, Pandeglang - Tuhan maha adil, karena sehabis bencana tsunami melanda Provinsi Lampung, ternyata Durian dari sana sekarang membanjiri kawasan Anyer, yang juga terkena tsunami, bahkan lebih parah dari Lampung.


Durian ini disebut durian lokal, namun asalnya adalah dari Lampung. Pak Suhar si pedagang juga menuturkan, jangan heran jika dirinya buka dagangan, karena baru tadi pagi ia buka kios akibat bencana tsunami sejak Sabtu, 22 Desember 2018 yang lalu di wilayah Pantai Anyer.


"Iya, baru buka dari tadi pagi," ujar Suhar singkat karena sibuk melayani pelanggan.


Biasanya (sebelum tsunami), durian Pak Suhar bisa laku antara 30-45 biji per harinya. Dan kalau malam hari, bisa menjual 10 buah, itu di luar penjualan saat pagi dan siang. Jadi, penjualan 25-35 per hari itu sudah termasuk penjualan malam hari.


Durian Lampung itu agak berbeda dari daerah lainnya di Jawa. Ini durian isinya benar-benar kuning dan besar-besar , sehingga ada kepuasan sendiri saat melahapnya. Beritahati sudah membuktikannya sendiri di kios Pak Suhar.


Mengenai harga, Pak Suhar tidak mematok mahal, hanya antara 40-60 ribu per satu biji. Dan harga itu mengacu pada besar atau kecilnya bentuk durian, namun Suhar menjamin, biar besar maupun kecil, isinya sama, kuning dan besar-besar, sehingga konsumen tak akan kecewa.


Harapan Pak Suhar, bencana seperti beberapa hari lalu tak terjadi lagi. Dirinya memimpikan suasana seperti sebelum tsunami, dimana pedagang berjualan dengan tenang dan wisatawan banyak berkunjung ke Pantai Anyer dan sekitarnya.


"Kalau wisatawan banyak kan saya juga dapat rejeki. Semoga Gusti Allah mendengarkan doa kami," pungkas Pak Suhar.



Video : Yurike/Beritahati
Naskah dan Editing : Miechell/Beritahati