Beritahati.com, JAKARTA - Terkait dengan tawuran pelajar selama tahun 2018, di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi, yang mengakibatkan 21 pelajar yang meninggal dunia. Ketua DPR RI Bambang Soesatyo memberikan respon mengenai solusi pencegahan terkait isu tersebut.

 

Ketua DPR RI mendorong Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) bersama Komisi Perlindungan Anak Indoneia (KPAI) untuk melakukan kajian terhadap pencegahan tawuran, penanganan tawuran, hukuman kepada pelajar, dan pembinaan kepada pelajar yang melibatkan peran Pemerintah Daerah, Kepolisian, pihak sekolah dan orang tua murid, guna mencegah terjadinya kasus tawuran antar pelajar.

 

Alasan ketua DPR RI ini mendorong Kemendikbud, untuk mengkaji dan mengevaluasi pelaksanaan kurikulum yang berlaku saat ini agar disesuaikan dengan perkembangan teknologi saat ini yang disertai dengan mengefektifkan kegiatan ekstrakulikuler yang berkaitan dengan pendidikan agama, pendidikan budi pekerti, dan sosial.

 

Bamsoet juga berharap Pemerintah Daerah bersama Dinas Pendidikan meminta kepada setiap Kepala Sekolah meningkatkan peran aktif Guru Bimbingan Penyuluhan (BP/Konselor Sekolah) dalam membina siswa-siswa seperti mengefektifkan jam pelajaran konseling siswa.

 

Pemerintah Daerah bersama Dinas Pendidikan Daerah dan Kepala Sekolah melakukan inovasi dengan mengadakan kegiatan-kegiatan positif yang melibatkan siswa/siswi antar kelas dan antar sekolah, dan disesuaikan dengan minat masing-masing siswa (seperti mengadakan dinamika kelompok, turnamen olahraga, dan kegiatan seni antar sekolah), guna mengurangi aksi tawuran dan menciptakan kerukunan pelajar antar sekolah.

 

Selain itu, Pemerintah Daerah juga diminta untuk menyediakan dan mengoptimalkan fasilitas untuk kegiatan olahraga, seni dan minat baca (Gelanggang Remaja dan perpustakaan daerah), agar dapat dimanfaatkan para pelajar untuk menyalurkan dan mengembangkan bakat dan minat yang positif. Dan diminta juga untuk setiap orang tua untuk memberikan suasana keluarga yang harmonis dan berperan aktif dalam mengawasi dan mendidik dengan memberikan contoh yang baik kepada anak, mengingat keterlibatan keluarga sangat penting bagi tumbuh kembang anak.