Beritahati.com, Jakarta - Berawal dari kebiasaan menyeruput kopi sembari membaca, mendorong Venerdi yang lebih akrab disapa Ve Handojo (43) untuk menggerakkan industri kopi. Tanpa meninggalkan profesinya sebagai penulis skenario, menimbukan ide Ve untuk memiliki misi melakukan edukasi mengenai kopi, karena melihat minimnya pengetahuan masyarakat akan jenis kopi terbaik.


Pada tahun 1998, ia berkenalan dengan Hendri Kurniawan, seorang Q grader (penguji cita rasa kopi pilihan) bersertifikat yang telah sering menjadi juri di berbagai kompetisi kopi dan barista internasional.


Ve bersama rekannya, Hendri Kurniawan akhirnya mendirikan sekolah kopi bernama A Bunch of Caffeine Dealers Coffee yang kini lebih dikenal ABCD Coffee.Keberadaannya semakin digemari hampir seluruh kalangan untuk sekedar mencicipi kopi-kopi yang disajikan pada kedai tersebut.


Sejak tahun 2012 Ve bersama dengan Hendri mulai aktif melakukan acara edukasi kopi, di Pasar Santa , Jakarta Selatan melalui acara-acara ngopi bareng yang rutin diadakan setiap pekan. Mereka juga turut menghadiri seminar-seminar mengenai kopi untuk lebih memperluas pengetahuan mereka tentang kopi.


ABCD Coffee telah meluluskan 700 orang. Berbeda dengan sekolah lain yang banyak menghasilkan Barista, sekolah kopi ABCD Coffee justru lebih banyak diminati oleh kalangan yang ingin membuka usaha kedai kopi. Tercatat sudah 40 coffe shop yang dibuka oleh orang yang pernah menimba ilmu di ABCD Coffee.


ABCD Coffee membagi edukasinya menjadi beberapa kelas, semisal kelas A (Appreciation Class) yang fokus pada sejarah kopi, B (Brewing Class) untuk mengenal jenis kopi dan cara pengolahannya, C (Cupping Class) untuk melatih indra perasa dalam mengenal karakter kopi, dan DE1 (Definitive Espresso Class) untuk mempertajam teknik meracik kopi. “Tiap minggu kami dapat menampung sekitar 10-20 orang,” ujarnya.
di lansir dari swa.co.id


Banyaknya masyarakat yang minat untuk menggali ilmu dan menerapkannya pada sekolah barista tersebut. Bukan hanya dari dalam negeri bahkan pernah diikuti oleh WNA dari Singapura, Vietnam, dan Malaysia bahkan Spanyol.