Beritahati.com, Yogyakarta - Kasus Perkosaan mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) berinisial AL oleh rekannya HS, akhirnya sudah semakin jauh. Penyelidikan yang dilakukan Polda DIY berkoordinasi dengan personel dari Polda Maluku sudah naik penyidikan, sehingga Kepala Pusat Keamanan dan Keselamatan UGM, Arif Nurcahyo sebagai wakil institusi tempat bernaungnya korban dan terlapor, akhirnya membuat laporan ke polisi.


Setelah ada laporan, kepolisian meneruskan penyidikan terhadap kasus dugaan pemerkosaan dan pencabulan dengan memanggil tak kurang 19 saksi dan surat perintah dimulainya penyidikan sudah dikirim ke Jaksa Penuntut Umum.


"Jadi kalau beredar kabar kasus dugaan pemerkosaan dan pencabulan keluar surat SP3, maka hal itu terlalu dini. Ini orang-orang ngawur yang bicara itu," terang Direktur Reserse dan Kriminal Umum (Direskrimum) Polda DIY, Kombes Pol Hadi Utomo kepada wartawan, Senin (31/12/2018).


Mengenai korban, Hadi juga coba meluruskan, bahwa namanya bukanlah seperti selama ini disebutkan di media sosial maupun media online, yaitu Agni. Hadi menganggap nama tersebut adalah penyesatan opini, sehingga diinformasikan inisial korban adalah AL.


"Jadi saya tegaskan korban bukan Agni tapi AL,"ucapnya.‎


Sementara terkait dengan ucapan kuasa hukum HS bahwa tindakan (yang dianggap pencabulan) antara AL dan HS karena suka sama suka, Hadi kembali menjelaskan pihaknya tidak bisa menyimpulkan karena penyidik bekerja dengan alat bukti yang ada.


"Bukan kapasitas saya menjawab ucapan dari kuasa hukum HS karena penyidik bekerja atas alat bukti yang ada," ujarnya.


Terlebih saat ditanya apakah AL dan HS melakukan hubungan intim, Hadi kembali menyatakan itu merupakan materi dalam penyelidikan sehingga tidak bisa diungkapkan.


"Yang jelas hasil penyelidikan sementara bahwa peristiwa itu ada namun untuk membuktikan peristiwa itu masuk pidana, maka butuh pengkajian dan alat bukti," terangnya.


Lebih lanjut Hadi mengatakan, dari 19 saksi yang dimintai keterangan, sebagian besar teman korban di UGM dan lainnya.


"Pemeriksaan semua dilakukan di Polda DIY," katanya.


Sementara Arif Nurcahyo, pelapor dari kasus dugaan pemerkosaan dan pencabulan yang menimpa AL mahasiswi UGM mengatakan, secara pribadi sebagai pelapor dilandasi oleh latar belakang moral profesional. Artinya moral merupakan alumni UGM, karyawan UGM dan menyangkut adik-adik di UGM yang merupakan keluarga besar. Sementara secara profesional yang kebetulan sebagai psikolog.


"Jadi bisa dibayangkan ya, ketika belum berkepastian hukum, muncul trial by The press, maka akan memunculkan korban-korban baru baik dari keluarga korban, terduga pelaku dan UGM sendiri," katanya.


Arif Nurcahyo yang juga Kepala Pusat Keamanan dan Keselamatan UGM ini mengaku punya laporan dirinya ke Polda DIY juga sebagai representasi UGM.


"Memang pelapor kan tidak harus atas nama institusi, namun saya merepresentasikan insitusi UGM. Saya keluarga besar UGM juga dan kebetulan kasus yang menimpa AL di wilayah domain pekerjaan saya sebagai Kepala Pusat Keamanan dan Keselamatan UGM," pungkasnya.‎